Hai manusia, dengar dan perhatikan, siapa yang hidup pasti mati, dan siapa yang mati telah pergi, dan segala sesuatu yang akan datang pasti akan datang... Demi Allah, kalian pasti akan mati sebagaimana kalian tidur, dan pasti akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun, dan pasti akan dihisab atas apa yang kalian kerjakan, dan sesungguhnya itu adalah surga selamanya atau neraka selamanya.
(Qus ibn Sa'ida al-Eyadi)
Bagian pertama dari khutbah ini ("Hai manusia, dengar dan perhatikan, siapa yang hidup pasti mati...") adalah bagian yang tetap dari ucapan Qus ibn Sa'ida al-Eyadi.
Adapun bagian kedua ("Demikianlah demi Allah, kalian pasti akan mati sebagaimana kalian tidur...") merupakan bagian yang terkenal karena tumpang tindih dalam riwayat-riwayat sejarah.
Riwayat pertama (bahwa itu adalah ucapan Rasulullah ﷺ): Banyak kitab sejarah dan sirah (seperti Ansaab al-Ashraaf oleh al-Baladzari) menyebutkan bahwa kalimat "Demikianlah demi Allah, kalian pasti akan mati sebagaimana kalian tidur, dan pasti akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun..." adalah bagian dari khutbah pertama Nabi Muhammad ﷺ di Mekkah ketika beliau mengumpulkan kerabat terdekatnya di atas bukit Safa untuk memberi peringatan dan mengajak mereka kepada Islam. (Meskipun sanad hadisnya lemah menurut sebagian ulama.)
Riwayat kedua (bahwa itu adalah ucapan Qus ibn Sa'ida): Sumber-sumber lain, termasuk fatwa Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa, menyatakan bahwa tidak ada dasar yang shahih secara marfu' dari Rasulullah ﷺ, tetapi kalimat ini diriwayatkan sebagai kelanjutan dan tradisi dari ucapan Qus ibn Sa'ida.
Kesimpulan yang paling kuat:
Tumpang tindih teks ini terjadi karena Rasulullah ﷺ sendiri yang meriwayatkan khutbah Qus ibn Sa'ida kepada para sahabat, terkagum-kagum terhadap kefasihannya dan keimanannya terhadap kebangkitan sebelum Islam;
teks pertama pasti milik Qus ibn Sa'ida,
teks kedua terkenal dalam tradisi sejarah sebagai bagian dari khutbah pertama Rasulullah ﷺ kepada Quraisy, dan sebagian orang juga menisbatkannya kepada Qus karena kesamaan konteksnya.
Teks khutbah pertama Rasulullah ﷺ di Mekkah,
yang beliau sampaikan kepada kerabat terdekatnya dari Quraisy di atas bukit Safa setelah turunnya firman Allah Ta'ala: {Dan berilah peringatan kepada kerabat-mu yang terdekat:}
Teks khutbah pertama Rasulullah ﷺ di Mekkah: Setelah Nabi ﷺ mengumpulkan kaumnya, memuji Allah dan memuji-Nya dengan pujian yang layak bagi-Nya,
beliau bersabda: "Sesungguhnya seorang perintis tidak pernah berbohong kepada kaumnya. Demi Allah, seandainya aku berbohong kepada semua manusia, aku tidak akan berbohong kepadamu. Dan seandainya aku menipu semua manusia, aku tidak akan menipumu. Demi Allah, tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian secara khusus, dan kepada seluruh manusia. Demi Allah, kalian pasti akan mati sebagaimana kalian tidur, kalian pasti akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun, kalian pasti akan dihisab atas apa yang kalian kerjakan, kalian pasti akan dibalas dengan kebaikan sebagai balasan kebaikan, dan dengan kejahatan sebagai balasan kejahatan, dan sesungguhnya itu adalah surga selamanya atau neraka selamanya."
Pelajaran utama dan makna dari khutbah ini:
Kesetiaan dan kejujuran yang telah dikenal: Beliau memulai dengan perumpamaan "perintis" (seseorang yang dikirim kaumnya untuk mencari hujan dan rumput agar mereka dapat hidup), menegaskan bahwa ia tidak mungkin menipu keluarga dan kaumnya.
Universalitas risalah: Beliau secara jelas menyatakan dua sifat dakwahnya:
khusus untuk penduduk Mekkah dan kerabatnya,
umum untuk seluruh umat manusia.
Pendekatan konsep kebangkitan:
Beliau menggunakan perumpamaan tidur dan bangun untuk mempermudah pemahaman konsep kematian dan kebangkitan, karena Quraisy menolak kebangkitan jasmani.
Keharusan pembalasan: Beliau menegaskan dualitas hisab (keadilan dan pembalasan),
dan bahwa takdir akhir hanya terbatas pada keabadian di surga atau neraka.#Write2Earn #writetoearn $BTC $BNB $XRP #k$ks


