avatar
Ehab abouzeid

avatar

Hai manusia, dengar dan perhatikan, siapa yang hidup pasti mati, dan siapa yang mati telah pergi, dan segala sesuatu yang akan datang pasti akan datang... Demi Allah, kalian pasti akan mati sebagaimana kalian tidur, dan pasti akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun, dan pasti akan dihisab atas apa yang kalian kerjakan, dan sesungguhnya itu adalah surga selamanya atau neraka selamanya.

(Qus ibn Sa'ida al-Eyadi)

Bagian pertama dari khutbah ini ("Hai manusia, dengar dan perhatikan, siapa yang hidup pasti mati...") adalah bagian yang tetap dari ucapan Qus ibn Sa'ida al-Eyadi.

Adapun bagian kedua ("Demikianlah demi Allah, kalian pasti akan mati sebagaimana kalian tidur...") merupakan bagian yang terkenal karena tumpang tindih dalam riwayat-riwayat sejarah.

Riwayat pertama (bahwa itu adalah ucapan Rasulullah ﷺ): Banyak kitab sejarah dan sirah (seperti Ansaab al-Ashraaf oleh al-Baladzari) menyebutkan bahwa kalimat "Demikianlah demi Allah, kalian pasti akan mati sebagaimana kalian tidur, dan pasti akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun..." adalah bagian dari khutbah pertama Nabi Muhammad ﷺ di Mekkah ketika beliau mengumpulkan kerabat terdekatnya di atas bukit Safa untuk memberi peringatan dan mengajak mereka kepada Islam. (Meskipun sanad hadisnya lemah menurut sebagian ulama.)

Riwayat kedua (bahwa itu adalah ucapan Qus ibn Sa'ida): Sumber-sumber lain, termasuk fatwa Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa, menyatakan bahwa tidak ada dasar yang shahih secara marfu' dari Rasulullah ﷺ, tetapi kalimat ini diriwayatkan sebagai kelanjutan dan tradisi dari ucapan Qus ibn Sa'ida.

Kesimpulan yang paling kuat:

Tumpang tindih teks ini terjadi karena Rasulullah ﷺ sendiri yang meriwayatkan khutbah Qus ibn Sa'ida kepada para sahabat, terkagum-kagum terhadap kefasihannya dan keimanannya terhadap kebangkitan sebelum Islam;

teks pertama pasti milik Qus ibn Sa'ida,

teks kedua terkenal dalam tradisi sejarah sebagai bagian dari khutbah pertama Rasulullah ﷺ kepada Quraisy, dan sebagian orang juga menisbatkannya kepada Qus karena kesamaan konteksnya.

Teks khutbah pertama Rasulullah ﷺ di Mekkah,

yang beliau sampaikan kepada kerabat terdekatnya dari Quraisy di atas bukit Safa setelah turunnya firman Allah Ta'ala: {Dan berilah peringatan kepada kerabat-mu yang terdekat:}

Teks khutbah pertama Rasulullah ﷺ di Mekkah: Setelah Nabi ﷺ mengumpulkan kaumnya, memuji Allah dan memuji-Nya dengan pujian yang layak bagi-Nya,

beliau bersabda: "Sesungguhnya seorang perintis tidak pernah berbohong kepada kaumnya. Demi Allah, seandainya aku berbohong kepada semua manusia, aku tidak akan berbohong kepadamu. Dan seandainya aku menipu semua manusia, aku tidak akan menipumu. Demi Allah, tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian secara khusus, dan kepada seluruh manusia. Demi Allah, kalian pasti akan mati sebagaimana kalian tidur, kalian pasti akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun, kalian pasti akan dihisab atas apa yang kalian kerjakan, kalian pasti akan dibalas dengan kebaikan sebagai balasan kebaikan, dan dengan kejahatan sebagai balasan kejahatan, dan sesungguhnya itu adalah surga selamanya atau neraka selamanya."

Pelajaran utama dan makna dari khutbah ini:

Kesetiaan dan kejujuran yang telah dikenal: Beliau memulai dengan perumpamaan "perintis" (seseorang yang dikirim kaumnya untuk mencari hujan dan rumput agar mereka dapat hidup), menegaskan bahwa ia tidak mungkin menipu keluarga dan kaumnya.

Universalitas risalah: Beliau secara jelas menyatakan dua sifat dakwahnya:

khusus untuk penduduk Mekkah dan kerabatnya,

umum untuk seluruh umat manusia.

Pendekatan konsep kebangkitan:

Beliau menggunakan perumpamaan tidur dan bangun untuk mempermudah pemahaman konsep kematian dan kebangkitan, karena Quraisy menolak kebangkitan jasmani.

Keharusan pembalasan: Beliau menegaskan dualitas hisab (keadilan dan pembalasan),

dan bahwa takdir akhir hanya terbatas pada keabadian di surga atau neraka.#Write2Earn #writetoearn $BTC $BNB $XRP #k$ks

avatar

👈 Keselarasan tabiat dan roh serta tarikan satu sama lain👇

⬅️ Roh-roh saling selaras dan cocok dengan yang serupa dalam kebaikan dan kejahatan.

▪️ Hal ini menjelaskan mengapa manusia merasa akrab dan cinta terhadap orang-orang yang ditemuinya untuk pertama kalinya, atau merasa jijik terhadap orang lain tanpa alasan yang jelas.


⬅️ Penjelasan kata-kata:


👈 Jundun mujannadah: kelompok-kelompok yang terhimpun dan diklasifikasikan berdasarkan jenis dan sifat-sifatnya, seperti pasukan yang dibagi menjadi batalyon-batalyon yang tunduk pada pemimpin-pemimpin tertentu.


👈 Ta'arafa: bertemu dan serupa dalam sifat, tabiat, kebaikan, atau kejahatan.


👈 I'talafa: berkumpul, selaras, dan saling menyenangkan.


👈 Tanakara: berbeda sifat-sifatnya, berbeda tabiatnya, dan tidak menemukan kesamaan di antara mereka. Ikhtalafa: saling bertentangan, menjauh, dan tidak berkumpul.


⬅️ Makna hadis:


⏪ Para ulama menjelaskan hadis ini melalui dua arah utama:


👈 Makna Pertama (alam gaib): Allah menciptakan roh-roh sebelum jasad-jasad, dan mereka saling bertemu di alam barzakh atau alam dzar. Apa yang selaras di sana dalam sifat dan tabiat, akan saling selaras di dunia ketika jasad-jasad bertemu. Dan apa yang saling bertentangan di sana, akan berbeda di dunia.


👈 Makna Kedua (alam syahadah dan tabiat):

Keselarasan terjadi di dunia berdasarkan kesamaan sifat dan tabiat (penampilan).

Kebaikan cenderung kepada kebaikan dan merasa nyaman dengannya.

Dan orang jahat cenderung kepada orang-orang jahat dan merasa nyaman bersama mereka.


⬅️ Implikasi dan manfaat pendidikan serta sosial:


👈 Ukuran hubungan: Keselarasan dan ketidaksukaan antar manusia adalah hal alami yang dipengaruhi oleh sifat rohani, bukan hanya kepentingan materi.


👈 Burung-burung jatuh sejenisnya:

Hadis ini menegaskan aturan sosial bahwa manusia secara otomatis tertarik kepada yang serupa dalam pemikiran, metode, dan akhlak.


👈 Penjelasan ketidaksukaan tanpa alasan:

Hadis ini menjelaskan mengapa Anda merasa nyaman terhadap seseorang yang baru Anda temui, atau merasa berat dan jijik terhadap orang lain tanpa alasan tampak atau pengalaman sebelumnya.


👈 Pentingnya lingkungan dan teman:

Hadis ini secara implisit mendorong untuk memperbaiki diri; karena roh Anda yang baik akan secara otomatis menarik roh-roh baik kepada Anda, dan sebaliknya.


⬅️ Doa:

🤲 Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesabaran yang indah, kelegaan yang dekat, perkataan yang jujur, dan pahala yang besar. Aku memohon kepada-Mu, wahai Tuhan, semua kebaikan yang Engkau ketahui darinya, baik yang kusadari maupun yang tidak kusadari.$BTC $KCS $EDGE

#writetoearn

avatar

✨ Nama Allah: As-Salam


Allah Ta'ala berfirman:


﴿هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ﴾

[Al-Hasyr: 23]


As-Salam adalah salah satu nama Allah yang terbaik, disebutkan sekali dalam Al-Qur'an, dan banyak disebutkan dalam Sunnah Nabawi. Rasulullah ﷺ bersabda:


«إن الله هو السلام».


Dan ketika beliau ﷺ selesai shalat, beliau mengatakan:


«اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام».


🌿 Siapakah Allah As-Salam?


As-Salam adalah Dzat yang selamat dari segala kekurangan dan cacat, sempurna dalam dzat-Nya, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-Nya; tidak pernah berlaku zalim kepada siapa pun, tidak pernah berlaku sewenang-wenang dalam hukum-Nya, dan tidak pernah keluar dari-Nya selain kebaikan, keadilan, dan hikmah.


Dari kesempurnaan nama-Nya As-Salam, Dia Subhanahu wa Ta'ala memberi petunjuk hamba-hamba-Nya kepada jalan-jalan keselamatan di dunia, kemudian menyeru mereka menuju Darus Salam di akhirat, tempat tidak ada rasa takut, tidak ada kesedihan, tidak ada penyakit, dan tidak ada kematian, melainkan kenikmatan yang abadi dan keselamatan yang terus-menerus.


🌿 Bagaimana iman terhadap nama Allah As-Salam mengubah hidupku?


Jika seorang hamba mengenal Tuhannya dengan nama-Nya As-Salam, dan menjalani hidup dengan makna nama ini, maka akan menghasilkan keselamatan di semua aspek kehidupannya:


• Keselamatan dengan Allah: melalui ketaatan kepada-Nya, mengikuti perintah-Nya, dan meneladani Rasul-Nya ﷺ, sehingga ia berharap rahmat-Nya dan aman dari azab-Nya.


• Keselamatan dengan dirinya sendiri: hatinya menjadi tenang, ridha terhadap qadha' Allah, hidup dengan jiwa yang tenang, dan pasrah terhadap hukum Tuhannya.


• Keselamatan dengan manusia: ia berbuat baik kepada mereka, memaafkan, mengampuni, dan menyebarkan salam di antara mereka, sehingga menjadi sebab persaudaraan dan cinta.


Semakin bertambah pengetahuan seorang hamba tentang nama Allah As-Salam, semakin tenang hatinya, semakin baik lisannya, dan semakin mulia akhlaknya, hingga ia menjadi sumber kedamaian bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.


🤲 Doa Hari Ini


Ya Allah, Engkau adalah As-Salam, dan dari-Mu datang keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, turunkanlah ketenangan ke dalam hati-hati kami, perbaikilah keadaan kami, dan jadikanlah kami termasuk ahli keselamatan di dunia, dan ahli Darus Salam di akhirat.


💚 Apa makna yang paling menyentuh hatimu dalam nama Allah “As-Salam”?


#السلام

#أسماء_الله_الحسنى#Write2Earn

$BTC $KCS $XRP

avatar

👈 فضل مجالس الذكر والعلم👇

⬅️ حديث: "إذا مررتُم برياضِ الجنَّةِ فارتعوا، قالوا وما رياضُ الجنَّةِ؟ قال: حِلَقُ الذِّكرِ"

👈 هو توجيه نبوي عظيم يحث المسلمين على اغتنام مجالس العلم والإيمان، حيث شَبَّه النبي ﷺ هذه المجالس بالجنة لما تورثه في القلب من السكينة والطمأنينة.


⬅️ أولًا: شرح الألفاظ:


👈 بِرِيَاضِ: جمع رَوْضَة، وهي الأرض الملتفة بالخضرة والنبات والظهور المبهجة.


👈 فَارْتَعُوا: الرَّتْعُ في الأصل هو أكل الماشية من النبات رغدًا وهنيئًا، والمقصود هنا: اشبعوا من الخير ونيل الأجر.


👈 حِلَقُ الذِّكْرِ: جمع حَلْقَة، وهي التجمعات الدائرية التي تعقد لذكر الله، أو لتعلّم العلم الشرعي.


⬅️ ثانيًا: المعاني العامّة للحديث:


👈 المشابهة بالمجاز: شبّه النبي ﷺ مجالس الذكر برياض الجنة في طيبها، ونزول السكينة والرحمة فيها.


👈 التغذية الروحية: كما أن الدواب ترتع في الرياض لتغذي أجسادها، فإن المؤمن يرتع في مجالس الذكر لتغذية روحه وعقله.


👈 مفهوم الذكر الواسع: لا يقتصر الذكر هنا على التسبيح والتهليل فقط، بل يشمل مجالس الفقه، وتدارس القرآن، وتعلّم الحلال والحرام.


⬅️ ثالثًا: الدلالات والفوائد التربوية:


👈 الحث على طلب العلم: الحديث يدعو المسلم بشكل مباشر إلى البحث عن مجالس العلم والحرص على حضورها.


👈 تعجيل النعيم في الدنيا: دلالة على أن في الدنيا جنةً معنوية، وهي طاعة الله والأنس بذكره وتدبر شرعه.


👈 أسلوب التشويق النبوي: استخدام النبي ﷺ للفظ "رياض الجنة" يثير شوق الصحابة ويحفزهم على السؤال والتعلم.


👈 الصحبة الصالحة: مجالس الذكر تجمع خيرة الناس، وحضورها يبعد المسلم عن مجالس اللغو والغيبة.


⬅️ الدعاء:

🤲اللهم إني استودعتك شتات أمري فاجْمعه، وضيق صدري فاشرحه، وعثرات طريقي فسهلها. يا رب، اجعل لي من كل ضيقٍ مخرجاً، ومن كل همٍ فرجاً، وأبدل قلقي برداً وسلاماً، وارزقني شعوراً يهمس لقلبي دائماً: 'لا تحزن، إن الله معنا'.🤲#تأييد إنفاذ القانون لقانون الوضوح #الاحتياطي الفيدرالي يحافظ على أسعار الفائدة #Trump defends crypto earnings #Write2Earn $BTC $KCS $ETH

avatar

﷽

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾


*اللَّهُــمَّ صـَلِّ وَسَـلِّمْ وزد وبارك علـى نَبِيِّنَـا مُحمَّدﷺ

عدد ما ذكره الذاكرون وغفل عن ذكره الغافلون

#Write2Earn

$BTC $KCS $BNB