source avatarDr.R

Kongsi

Seorang基金经理 berusia 24 tahun dari OpenAI, memperoleh keuntungan lebih dari 1.000% dalam enam bulan, tetapi terpaksa menjual seluruh posisinya sebesar US$16 miliar kepada Ken Griffin sebelum pembukaan pasar kemarin. Skenario yang sama terjadi lagi 19 tahun kemudian. Pada pagi Minggu tahun 2007, Sowood Asset Management menelepon Citadel dalam kepanikan: kehilangan ratusan juta dalam sekejap, portofolio senilai US$30 miliar harus dibersihkan sebelum pembukaan pasar esok hari. Pihak lawan berkata, “Jika tidak selesai malam ini, saya akan tidur dulu.” Ken Griffin menjawab dengan tenang, “Pada pagi hari, tidak akan ada apa-apa yang tersisa untuk kalian.” Setelah itu, 50 orang bekerja sepanjang malam, 8 orang terbang ke Boston pada malam hari untuk melakukan due diligence, dan pada pukul 6 pagi hari berikutnya, transaksi tersebut selesai. Sembilan belas tahun kemudian, pada Juli 2026, skrip yang sama berulang. Mantan peneliti OpenAI, Leopold Aschenbrenner, mendirikan dana Situational Awareness pada akhir 2024 dengan modal US$225 juta. Ia meyakini bahwa hambatan utama AGI terletak pada infrastruktur fisik seperti listrik, penyimpanan, dan GPU, sehingga ia membeli saham SK Hynix dan Micron, sambil menjual pendek saham perangkat lunak yang dinilai terlalu mahal. Penilaianya sangat akurat: hingga 30 Juni 2026, return bersih semester pertama mencapai 439%, kenaikan kumulatif melebihi 1.000%, dan asetnya mencapai puncak US$45 miliar dengan leverage hampir empat kali lipat. Namun, pada 10 Juli, peluncuran saham SK Hynix di AS memicu penutupan posisi leverage secara kolektif di Korea; harga Hynix jatuh sekitar 47% dari puncaknya, sementara Adobe yang ia short justru naik sekitar 36%. Serangan ganda dari posisi panjang dan pendek, diperparah oleh leverage empat kali lipat, menjadi pukulan mematikan. Bank-bank juga menuntut margin tambahan. Pada 24 Juli, ia masih menulis surat menyatakan ini adalah “salah satu peluang paling menarik,” dan ingin menambah posisi; kurang dari seminggu kemudian, pada 30 Juli sebelum pembukaan pasar, ia menjual seluruh posisi publiknya (sekitar US$16 miliar) melalui transaksi besar—pembelinya adalah Citadel. Griffin mulai trading sejak usia 19 tahun dengan antena satelit di atap asramanya; ia pernah menyaksikan crash 1987 dan kehilangan 55% pada 2008 hingga terjepit di sudut, selama tujuh belas tahun berikutnya ia hanya fokus pada satu hal: memastikan bahwa ketika semua orang terpaksa menjual, ia tetap menjadi pihak yang mampu membeli. Penilaian Aschenbrenner mungkin benar (ia masih mempertahankan saham Anthropic senilai sekitar US$5 miliar), tetapi leverage telah mencabut haknya untuk menunggu. Pasar tidak pernah memberi penghargaan kepada “yang benar,” tetapi hanya kepada “yang masih hidup saat tetap benar.” Yang diambil oleh para pejuang selalu merupakan yang ditinggalkan oleh para penunggu; mereka yang habis menggunakan leverage tidak lagi memiliki hak untuk menunggu.

No.0 picture
No.1 picture
Penafian: Maklumat yang terdapat pada halaman ini mungkin telah diperoleh daripada pihak ketiga dan tidak semestinya menggambarkan pandangan atau pendapat KuCoin. Kandungan ini adalah disediakan bagi tujuan maklumat umum sahaja, tanpa sebarang perwakilan atau waranti dalam apa jua bentuk, dan juga tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat kewangan atau pelaburan. KuCoin tidak akan bertanggungjawab untuk sebarang kesilapan atau pengabaian, atau untuk sebarang akibat yang terhasil daripada penggunaan maklumat ini. Pelaburan dalam aset digital boleh membawa risiko. Sila menilai risiko produk dan toleransi risiko anda dengan teliti berdasarkan keadaan kewangan anda sendiri. Untuk maklumat lanjut, sila rujuk kepada Terma Penggunaan dan Pendedahan Risiko kami.