source avatarLawrence | SwolLyfe

Kongsi

Daily Devosi Betterman: Ayat Kitab Suci: "Nicodemus berkata kepada-Nya, 'Bagaimana mungkin hal-hal ini terjadi?' Jawab Yesus kepadanya, 'Apakah engkau guru Israel, namun tidak mengerti hal-hal ini? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui, dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Jika Aku berkata kepadamu tentang hal-hal duniawi dan kamu tidak percaya, bagaimana kamu akan percaya jika Aku berkata kepadamu tentang hal-hal surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sebagaimana Musa telah meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Sebab begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.'" — Yohanes 3:9–16 Pemikiran: Nicodemus telah menghabiskan seumur hidupnya mempelajari Kitab Suci, mengajar hukum Allah, dan menjalankan agama. Namun ketika Yesus menjelaskan kelahiran baru, Nicodemus bertanya, "Bagaimana mungkin hal-hal ini terjadi?" Dia mengenal kata-kata Kitab Suci, tetapi dia melewatkan pesan utamanya. Yesus menunjukkan Nicodemus kepada sebuah kisah yang sangat ia kenal. Ketika Israel berkeliaran di padang gurun, orang-orang memberontak terhadap Allah, dan ular-ular berbisa masuk ke perkemahan. Orang-orang digigit dan mati. Allah memerintahkan Musa untuk meninggikan ular tembaga di atas tiang. Siapa pun yang memandangnya akan hidup. Mereka tidak bisa menyembuhkan diri mereka sendiri. Mereka tidak bisa memperoleh kesembuhan dengan usaha mereka sendiri. Mereka hanya perlu memandang pada penyediaan yang telah Allah sediakan. Yesus berkata, "Seperti Musa telah meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Anak Manusia harus ditinggikan." Yesus sedang berbicara tentang salib. Seperti orang Israel, kita telah diracuni oleh dosa. Racunnya mengalir di setiap bagian diri kita. Kita tidak bisa menghilangkannya melalui pendidikan, menghilangkannya dengan kerja keras, atau mengatasinya melalui usaha keagamaan. Kita bukan hanya orang yang terluka dan membutuhkan perbaikan. Kita adalah orang-orang yang sekarat dan membutuhkan penyelamatan. Allah telah menyediakan penyelamatan itu. Yesus ditinggikan di atas salib, menanggung hukuman yang seharusnya menjadi milik dosa-dosa kita. Ia menjadi pengganti kita. Kesalahan kita diletakkan atas-Nya, dan kebenaran-Nya diberikan kepada semua orang yang percaya. Pesan Injil bukanlah "kerja dan hidup." Melainkan "lihat dan hidup." "Sebab begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal..." Allah tidak hanya memberitahu kita bahwa Ia mengasihi kita. Ia menunjukkan kasih-Nya dengan memberikan Anak-Nya kepada kita. Salib menyatakan bahwa Allah adalah kudus dan penuh kasih. Ia tidak mengabaikan dosa; Ia menghakiminya. Tetapi dalam kasih, Ia meletakkan hukuman itu atas Kristus agar para pendosa dapat diampuni. Yesus tidak datang untuk membuat keselamatan mungkin bagi orang-orang baik. Ia datang untuk menyelamatkan orang-orang yang terhukum. Kamu tidak perlu membersihkan dirimu sendiri sebelum datang kepada Yesus. Kamu tidak perlu mengatasi racun itu sebelum menerima kesembuhan. Pandanglah Anak itu. Percayalah pada karya-Nya yang sudah selesai. Dan hiduplah. Renungkan: Apakah kamu beristirahat dalam karya Yesus yang sudah selesai atau dalam usaha keagamaanmu sendiri? Di mana kamu masih berusaha memperoleh apa yang Yesus berikan secara cuma-cuma? Apakah kamu benar-benar percaya bahwa pengorbanan Kristus cukup untuk menyelamatkanmu? Langkah Selanjutnya: Ketika kamu menyadari dosa atau kegagalanmu hari ini, tahan dorongan untuk membela diri atau berusaha kembali mendapatkan kasih Allah. Pandanglah Kristus dan ucapkan syukur karena karya-Nya yang sudah selesai sudah cukup. Doa: "Bapa, terima kasih karena Engkau mengasihi pendosa sepertiku dan memberikan Anak-Mu untuk keselamatanku. Ampunilah aku karena percaya pada kebaikan, usaha, dan kinerja keagamaanku sendiri. Tetapkanlah mataku pada Yesus dan ajarkan aku untuk beristirahat sepenuhnya dalam karya-Nya yang sudah selesai. Terima kasih karena setiap orang yang memandang kepada-Nya dengan iman akan hidup. Dalam nama Yesus, amin."

Penafian: Maklumat yang terdapat pada halaman ini mungkin telah diperoleh daripada pihak ketiga dan tidak semestinya menggambarkan pandangan atau pendapat KuCoin. Kandungan ini adalah disediakan bagi tujuan maklumat umum sahaja, tanpa sebarang perwakilan atau waranti dalam apa jua bentuk, dan juga tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat kewangan atau pelaburan. KuCoin tidak akan bertanggungjawab untuk sebarang kesilapan atau pengabaian, atau untuk sebarang akibat yang terhasil daripada penggunaan maklumat ini. Pelaburan dalam aset digital boleh membawa risiko. Sila menilai risiko produk dan toleransi risiko anda dengan teliti berdasarkan keadaan kewangan anda sendiri. Untuk maklumat lanjut, sila rujuk kepada Terma Penggunaan dan Pendedahan Risiko kami.