StrongBlock DAO dirampas melalui Tata Pemerintahan, $72K dicuri

iconChainGPT
Kongsi
AI summary iconRingkasan
Seorang penyerang mengosongkan sekitar $72,000 dari StrongBlock DAO yang ditinggalkan dengan mengambil alih kawalan tata tertib. Dengan menggunakan majoriti token STRONG, mereka mengusulkan peningkatan blok rantai untuk mengubah pentadbir dan mengalihkan dana. Serangan ini mengelakkan kelemahan kontrak pintar, tetapi berfokus pada kelemahan tata tertib. Serangan serupa telah menyerang Ostium dan Coldcard, menunjukkan risiko dalam proses peningkatan rangkaian dan infrastruktur.

Judul: Penyerang Gunakan Tata Kelola StrongBlock Sendiri untuk Menguras $72K — Cerita Peringatan untuk DAO yang Ditinggalkan Seorang penyerang telah menguras sekitar $72,000 dalam bentuk STRONG dan STRNGR dari StrongBlock setelah mengambil alih sistem tata kelola on-chain yang ditinggalkan melalui usulan jahat, menurut firma keselamatan blok rantai Defimon Alerts. Apa yang terjadi - Jaringan / token: STRONG / STRNGR di ethereum. - Kerugian: 32.695 STRONG dan 383.447 STRNGR — total sekitar $72.000. - Vektor serangan: pengambilalihan tata kelola, bukan kelemahan kontrak pintar atau kompromi oracle. Bagaimana eksploitasi berlangsung 1. Penyerang mengakumulasi sebagian besar token tata kelola STRONG StrongBlock, yang menurut Defimon telah menjadi hampir tidak bernilai setelah proyek ditinggalkan. 2. Dengan kekuatan suara tersebut, mereka mengajukan usulan tata kelola sah yang memerintahkan kontrak Governor’s Upgrader untuk memanggil setPendingAdmin(penyerang). Usulan tersebut lulus semua tahapan yang diperlukan—pemungutan suara, antrian, dan eksekusi—sesuai aturan tata kelola protokol yang normal. 3. Setelah ditetapkan sebagai administrator sementara, penyerang menggunakan hak administratifnya untuk memperbarui proxy Governor menjadi implementasi minimal yang tidak diverifikasi yang berisi fungsi forward(address, bytes). Fungsi tersebut dibatasi hanya untuk akaun milik penyerang dan bertindak sebagai mekanisme panggilan sewenang-wenang di bawah otoritas Governor. 4. Dengan Governor yang telah diperbarui mampu menjalankan panggilan sewenang-wenang, penyerang memindahkan aset keluar dari kolam protokol dan menguras saldo STRONG dan STRNGR yang dilaporkan. Mengapa ini penting - Defimon menggambarkan ini sebagai pengambilalihan tata kelola: setiap langkah kritis (perubahan admin, pembaruan kontrak, pemindahan aset) diotorisasi melalui proses tata kelola protokol itu sendiri, bukan melalui kerentanan kode. Dengan membajak sistem tata kelola, penyerang menjadikan kontrak tata kelola StrongBlock sebagai alat untuk mencuri dana. - Insiden ini menyoroti tren yang semakin meningkat: penyerang semakin menargetkan sistem tata kelola, infrastruktur pendukung, atau kelemahan dompet/firmware, bukan hanya eksploitasi kelemahan kontrak pintar. Konteks lebih luas — insiden serupa baru-baru ini - Ostium: Penyerang mencuri 23,75 juta USDC setelah memanipulasi infrastruktur off-chain (umpan BTC-USD palsu), bukan mengeksploitasi kode on-chain. - Coldcard: Masalah firmware tahun 2021 yang mengurangi entropi dalam pembuatan kunci telah dikaitkan dengan pencurian Bitcoin besar-besaran; Galaxy Research mengaitkan 1.596 BTC dengan tiga gelombang dan mengidentifikasi gelombang keempat yang diduga (~448,7 BTC) yang masih menunggu konfirmasi. - Setelah Coldcard, Bitcoin Red Team sukarelawan menjalani tinjauan berbasis AI dan manual terhadap 390 repositori terkait Bitcoin, menemukan 4.962 potensi masalah (720 tingkat tinggi/kritis); OpenSats dan Kimi Moonshot menyediakan pendanaan dan model untuk mendukung upaya tersebut. Pembelajaran untuk proyek dan pengguna - Protokol yang ditinggalkan atau dikelola buruk tetap berbahaya: token tata kelola yang tidak aktif masih dapat mengesahkan usulan jika seseorang mengakumulasi kekuatan suara. - Tim mitigasi harus mempertimbangkan: multisig darurat atau timelock, pembakaran atau penguncian token tata kelola saat proyek berakhir, prosedur serah terima administratif yang lebih jelas, serta pemantauan berkelanjutan terhadap konsentrasi token tata kelola. - Bagi pengguna dan investor, insiden ini menjadi pengingat lagi untuk memperhatikan aktivitas tata kelola dan distribusi token, bukan hanya audit kontrak. Pengambilalihan StrongBlock ini menegaskan bahwa tata kelola itu sendiri adalah permukaan serangan. Tim protokol memerlukan pemeliharaan aktif, tokenomik yang hati-hati, dan prosedur akhir hidup yang jelas untuk mencegah penyerang memanfaatkan tata kelola on-chain.

Penafian: Maklumat yang terdapat pada halaman ini mungkin telah diperoleh daripada pihak ketiga dan tidak semestinya menggambarkan pandangan atau pendapat KuCoin. Kandungan ini adalah disediakan bagi tujuan maklumat umum sahaja, tanpa sebarang perwakilan atau waranti dalam apa jua bentuk, dan juga tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat kewangan atau pelaburan. KuCoin tidak akan bertanggungjawab untuk sebarang kesilapan atau pengabaian, atau untuk sebarang akibat yang terhasil daripada penggunaan maklumat ini. Pelaburan dalam aset digital boleh membawa risiko. Sila menilai risiko produk dan toleransi risiko anda dengan teliti berdasarkan keadaan kewangan anda sendiri. Untuk maklumat lanjut, sila rujuk kepada Terma Penggunaan dan Pendedahan Risiko kami.