
https://t.co/G8vEQTjck8 Saya sempat mempertimbangkan untuk membeli properti di Dubai, tapi akhirnya memutuskan tidak jadi. #MigrasiLuarNegeri #Dubai #SelandiaBaru 海外Yパパラジオ 世界を読み解く #AI要約 Apakah sekarang saat yang tepat untuk membeli properti di Dubai? Penurunan akibat perang Iran dan risiko struktural pasar 🔳 Kesimpulan: Tidak perlu terburu-buru berinvestasi di properti Dubai Pembicara berpendapat bahwa bagi investor yang tidak berniat tinggal di Dubai, tidak perlu membeli properti saat ini. Kemungkinan penyesuaian harga akibat perang baru saja dimulai, sehingga risiko penurunan lebih lanjut perlu diwaspadai. 🔳 92% populasi Dubai adalah ekspatriat Menurut pembicara, 92% populasi Dubai adalah ekspatriat, sementara warga negara lokal hanya 8%. Banyak penduduk yang datang karena insentif ekonomi seperti penghindaran pajak dan sistem visa; struktur ini rentan terhadap keluarnya populasi jika kondisi memburuk. 🔳 Properti Dubai rentan terhadap pergerakan spekulatif modal Pembicara membandingkan struktur di mana orang dan modal berkumpul saat kondisi baik, tetapi cepat mengalir keluar saat kondisi memburuk, dengan "menara belalang". Jika kaum kaya meninggalkan pasar, hal ini dapat berdampak pada lapangan kerja dan permintaan perumahan terkait. 🔳 Penurunan indeks properti 30% berbeda dengan harga properti aktual Penurunan hampir 30% dalam dua minggu terakhir terjadi pada indeks harga saham properti DFM, yang terdiri dari saham perusahaan pengembang properti. Menurut pembicara, penurunan harga properti aktual hanya sekitar 4–7%, sehingga keduanya tidak boleh disamakan. 🔳 Pelemahan pasar properti muncul lebih lambat daripada pasar saham Pembicara menjelaskan bahwa jumlah transaksi properti pada Q1 2026 naik 5,5% YoY, dan nilai transaksi naik 23,4%. Namun, karena penyesuaian harga properti memerlukan waktu, pembicara menilai bahwa belum tepat untuk menyimpulkan ketahanan pasar hanya berdasarkan data transaksi saat ini. 🔳 Waspadai penurunan penerbangan dan memburuknya lingkungan pembiayaan Pembicara menunjukkan penurunan 68% jumlah penerbangan, pertimbangan evakuasi karyawan oleh lembaga keuangan, serta enam obligasi perusahaan pengembang properti yang telah mencapai tingkat krisis, sebagai indikasi tekanan penurunan yang terakumulasi di pasar. iddled dari bubble properti sudah dikhawatirkan sebelum perang Menurut pembicara, dalam Global Real Estate Bubble Index versi UBS 2025, Dubai naik dari peringkat 14 menjadi peringkat 5. Harga properti naik lebih dari 50% dalam lima tahun terakhir, sehingga sebelum perang pun sudah dianggap terlalu mahal. 🔳 Pemulihan setelah crash sebelumnya tidak menjamin pemulihan kali ini Pada krisis keuangan 2008, harga turun 50–60% dan butuh 4–5 tahun untuk pulih. Selama pandemi, harga turun sekitar 10% dan pulih dalam waktu sekitar 1,5 tahun. Namun, kali ini penyesuaian terjadi dari tingkat harga yang sudah mahal, sehingga tidak bisa diasumsikan akan mengikuti jalur pemulihan yang sama. 🔳 Peningkatan pasokan properti baru pada 2026 juga menjadi faktor penurunan Diperkirakan sekitar 120.000 unit properti baru akan selesai pada tahun 2026. Dalam kondisi permintaan perumahan yang melemah akibat perang, peningkatan pasokan dapat memperburuk keseimbangan pasokan-permintaan dan menjadi tekanan penurunan harga. 🔴 Penurunan kepercayaan terhadap keamanan adalah risiko jangka panjang Pembicara menggunakan contoh Beirut, Lebanon, yang mengalami perang saudara, di mana kota yang kehilangan reputasi keamanannya membutuhkan waktu lama untuk pulih. Jika Dubai kehilangan reputasinya sebagai tempat tinggal yang aman, pemulihan pasar bisa tertunda. 🔳 Risiko properti bervariasi menurut wilayah Wilayah dengan banyak penduduk jangka panjang berbeda stabilitasnya dibandingkan wilayah yang bergantung pada modal investasi jangka pendek. Pembicara mengakui perbedaan wilayah, tetapi tetap melihat risiko struktural pasar secara keseluruhan: ketergantungan pada penduduk asing. 🔳 Dalam pengambilan keputusan investasi, tujuan tinggal dan harga yang murah sangat penting Pembicara menyimpulkan bahwa jika Anda tidak berniat tinggal di Dubai, tidak perlu berinvestasi di pasar yang tidak stabil ini. Saat ini belum ada indikasi harga yang cukup murah; sebaiknya tunggu dan amati penyesuaian harga serta perubahan pasokan-permintaan.

