
Sebuah bisnis dapat memiliki pelanggan, pesanan yang telah selesai, dan faktur yang menunggu pembayaran, namun tetap kesulitan menutupi pengeluaran berikutnya. Masalah arus kas ini lebih umum daripada yang dipikirkan banyak orang. Data IFC memperkirakan kesenjangan pembiayaan UMKM di pasar berkembang sebesar $5,7 triliun. Sekitar 70% usaha kecil tidak memiliki pembiayaan yang memadai, seringkali karena tidak memiliki jaminan atau riwayat kredit yang diharapkan oleh pemberi pinjaman tradisional. Ini adalah posisi yang frustrasi bagi bisnis yang sudah memiliki pelanggan yang membayar dan uang yang masih ditagih. @ZIGFinance sedang mengembangkan pendekatan berbeda untuk masalah ini melalui pembiayaan berbasis piutang. ➜ Bisnis mendapatkan akses ke modal kerja berdasarkan piutang yang memenuhi syarat. ➜ ethereum:0xb2617246d0c6c0087f18703d576831899ca94f01 Markets mengkurasi peluang pembiayaan ke dalam vault. ➜ @Valdora_finance menyediakan infrastruktur vault untuk peluang yang menargetkan UMKM di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Oman. Logikanya sederhana: sebuah bisnis seharusnya tidak perlu menunggu tanpa batas agar faktur dibayar sebelum bisa terus beroperasi, selama piutang dan risiko kreditnya memenuhi persyaratan yang diperlukan. Masih ada pekerjaan yang perlu dilakukan dalam menilai peminjam, memverifikasi piutang, dan mengelola risiko pembayaran kembali. Blockchain tidak membuat tanggung jawab-tanggung jawab itu hilang. Namun, menghubungkan pembiayaan bisnis dengan modal investor melalui vault berbasis blockchain yang terstruktur memberikan pasar ini jalur alternatif untuk pendanaan. Jelajahi ekosistem ZIG Finance dan peluang pembiayaan berbasis piutangnya melalui Valdora.
