
Sambil makan malam di restoran Tiongkok di lingkungan sekitar, saya tiba-tiba berpikir, eh, sepertinya tidak ada kombinasi tomat 🍅 dan telur 🥚 dalam masakan Jepang, lalu saya mencari tahu dan menemukan kisah yang mengejutkan. ↓ Ringkasan yang diminta dari LLM 【Misteri Tomat dan Telur 🍅🍳】 Dimulai dari pertanyaan: “Mengapa tidak ada hidangan favorit ‘tomat × telur’ dalam masakan Jepang, padahal ada dalam masakan Tiongkok dan Barat?” — sebuah sejarah yang mengejutkan. 💡 Alasan mengapa tidak ada dalam masakan Jepang Tomat datang ke Jepang pada zaman Edo, tetapi saat itu dianggap beracun dan hanya ditanam sebagai tanaman hias (ornamental). Baru pada zaman Taisho hingga Showa, tomat mulai dikonsumsi sebagai sayuran, terutama sebagai makanan mentah (salad) atau kecap. Karena itu, tomat tidak pernah menyatu dengan budaya kaldu khas masakan Jepang. 💡 Bahkan di Tiongkok, ini adalah hidangan yang sangat baru! Di Tiongkok pun, tomat lama dianggap sebagai tanaman hias. Hidangan nasional “tomat tumis dengan telur” baru muncul pada abad ke-20 (1920–1930-an) di Shanghai! Hidangan ini diciptakan oleh koki yang terinspirasi oleh omelet Barat — sebenarnya merupakan hidangan modern terbaru! Karena pada masa Jepang menyerap budaya Tiongkok, hidangan ini bahkan belum ada, maka ia tidak pernah masuk ke Jepang. Ketidaksesuaian waktu dalam perkembangan budaya makanan — sangat menarik…!
