
Sebuah kejadian seperti ini selalu menarik perhatian saya, terutama ketika insiden ini terkait langsung dengan kontrak pintar dan kerugian finansial mencapai sekitar $3,8 juta. Hal yang patut diapresiasi adalah pihak NEAR Intents menyatakan telah mengidentifikasi kerentanan, memperbaiki kontrak, dan berkomitmen untuk mengganti seluruh dana yang terdampak. Mereka juga sedang berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk melacak aliran dana. Namun, dalam konteks DeFi, saya rasa ini juga menjadi pengingat yang jelas: seberapa besar sekalipun protokolnya, risiko teknis tetap selalu ada. Saya biasanya paling tertarik setelah sebuah insiden bukan hanya pada "berapa besar kerugiannya", tetapi dari mana asal penyebabnya dan bagaimana tim merespons setelahnya. Menurut kalian, setelah kejadian semacam ini, yang lebih penting adalah kemampuan keamanan sejak awal atau cara proyek merespons saat insiden terjadi?
