
Sejak dimulainya perang, gambaran di pasar global jelas: Emas turun 5%, kehilangan nilai sekitar $1,75 triliun. 📉 Perak turun 13,36% dan menguap sebesar $65 miliar. Kondisi di bursa juga tak berbeda: 📉 S&P 500 → −0,47% (kerugian $30 miliar) 📉 Nasdaq → −0,1% (kerugian $4,5 miliar) 📉 Dow Jones → −0,5% (kerugian $11 miliar) 📉 Russell 2000 → −0,8% (kerugian $2,5 miliar) Di Asia, penurunan lebih tajam: 📉 Bursa Korea → −17,3% (kerugian $47 miliar) 📉 Jepang → −4% (kerugian $30 miliar) 📉 Tiongkok → −2,46% (kerugian $48 miliar) 📉 India → −2,04% (kerugian $11 miliar) Secara keseluruhan, logam mulia dan bursa global kehilangan nilai lebih dari $4,1 triliun. Namun, satu aset bergerak berbeda: 📈 Bitcoin naik 16%, memperoleh nilai sekitar $20 miliar. 📈 Total nilai pasar kripto meningkat: → $30 miliar. Hasilnya sederhana: Ketika ketidakpastian meningkat, Bitcoin semakin berperilaku seperti “aset pelindung”.
