source avatar더 쓰니 | THE SSUNI

Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy

**Pembelian Properti Institusi secara Anonim: Tabrakan Privasi Blockchain dan Regulasi** @KAIO_xyz, @integra_layer, @aztecnetwork Cara lembaga investor membeli properti selama ini berkembang dengan asumsi struktur kepemilikan yang jelas dan kepatuhan terhadap regulasi. Baru-baru ini, upaya membagi saham properti menjadi token menggunakan teknologi blockchain dan memperdagangkannya meningkat, seiring dengan gerakan digitalisasi catatan kepemilikan. Dalam alur ini, platform-tokenisasi aset fisik dan properti untuk institusi seperti KAIO dan Integra bermunculan, sekaligus teknologi rollup berbasis privasi seperti Aztec mulai mendapat perhatian. Kombinasi dari kedua tren ini memicu munculnya konsep "pemilik bangunan anonim" yang di mana secara eksternal tidak diketahui siapa pemiliknya. KAIO adalah protokol tokenisasi aset fisik yang ditujukan untuk investor institusi dan kualifikasi, yang biasanya merepresentasikan saham dana atau struktur entitas khusus sebagai token di blockchain. Dalam proses ini, investor harus melalui verifikasi identitas dan kelayakan sesuai dengan kerangka regulasi otoritas keuangan Singapura, dan token tersebut secara hukum memiliki sifat mirip produk keuangan tradisional. Integra berfokus pada infrastruktur blockchain berbasis properti, dengan tujuan merepresentasikan saham atau struktur kepemilikan properti sebagai token dan mengelolanya sesuai standar yang ramah regulasi. Kedua platform ini secara teknis menggunakan blockchain, tetapi dari sisi hukum dan institusional, tetap berada dalam kontinuitas regulasi keuangan dan properti yang ada. Aztec berbeda dari platform berbasis regulasi tersebut. Jaringan ini adalah rollup privasi yang mengenkripsi riwayat transaksi dan saldo, sehingga pihak luar sulit mengidentifikasi pemilik atau pihak transaksi. Pengguna dapat menyimpan aset, lalu membuktikan validitas transaksi hanya dengan bukti terenkripsi, tanpa mengungkapkan siapa yang memiliki apa di blockchain. Secara teknis, Aztec memiliki struktur yang sangat efektif dalam menyembunyikan informasi kepemilikan dan aliran transaksi. Secara teoritis, investor institusi dapat memindahkan dana melalui Aztec, membeli token properti yang diterbitkan oleh KAIO atau Integra, lalu menyimpannya kembali dalam lingkungan privasi Aztec, sehingga menciptakan kondisi di mana identitas pemilik tidak diketahui di blockchain. Jika hanya ada catatan terenkripsi, pihak luar tidak akan dapat mengetahui siapa pemilik saham properti tersebut. Di titik inilah konsep "pemilik bangunan anonim" muncul. Namun, struktur ini menunjukkan celah yang jelas antara kemungkinan teknis dan izin institusional. KAIO dan Integra adalah platform yang menangani aset institusi, yang memerlukan verifikasi identitas dan kelayakan investor sejak tahap investasi. Proses ini dilakukan secara off-chain, yaitu di luar blockchain, sehingga identitas dan status hukum investor tetap tercatat. Meskipun Aztec menyembunyikan informasi di on-chain, catatan awal investasi dan kontrak hukum tetap tersimpan di otoritas regulasi atau operator platform. Selain itu, sistem hukum properti di kebanyakan negara tetap mempertahankan prinsip bahwa pemilik sebenarnya harus dapat diidentifikasi. Properti terkait erat dengan pajak, pencegahan pencucian uang, kepatuhan sanksi, dan penyelesaian sengketa, sehingga kepemilikan sepenuhnya anonim sulit diterima secara institusional. Di yurisdiksi utama seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Singapura, informasi pemilik sebenarnya diperlukan untuk transaksi properti atau produk investasi serupa, tanpa memandang apakah aset tersebut di-tokenisasi atau tidak. Akhirnya, teknologi privasi berbasis Aztec efektif dalam mengurangi transparansi blockchain, tetapi dalam konteks investasi properti institusi, teknologi ini tidak menghilangkan tanggung jawab hukum dan kewajiban regulasi. Platform seperti KAIO dan Integra telah membangun kepercayaan berdasarkan kepatuhan regulasi, sehingga anonimitas investor menjadi terbatas. Oleh karena itu, konsep "pemilik bangunan anonim" mungkin bisa dibayangkan secara teknis, tetapi dalam struktur pasar dan institusi saat ini, sulit diwujudkan secara penuh. Kasus ini menunjukkan dengan jelas ketegangan antara privasi yang ditawarkan teknologi blockchain dan transparansi yang diminta oleh regulasi keuangan dan properti. Teknologi memang menyediakan alat untuk menyembunyikan informasi kepemilikan, tetapi dalam konteks aset institusi, informasi tersebut tetap bisa muncul kembali. Akhirnya, pembelian properti institusi secara anonim mungkin memiliki makna sebagai eksperimen teknis, tetapi tetap menjadi konsep yang hanya bisa dibahas dalam batas-batas lingkungan regulasi saat ini. $KAIO $IRL $AZTEC

No.0 picture
No.1 picture
No.2 picture
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.