source avatar火星财经

Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy

🔔 Bos obligasi mempersiapkan diri sebelum gelembung AI meledak: membeli obligasi kredit yang bisa bertahan melalui siklus kredit yang dalam Menurut berita Huoxing Caijing, pada 7 Juni, DoubleLine Capital dan Oaktree Capital sedang mempersiapkan strategi sebelum kemungkinan meledaknya gelembung AI, dengan fokus pada pemilihan obligasi yang mampu bertahan dalam siklus kredit yang dalam. Robert Cohen, manajer portofolio DoubleLine Capital, secara terbuka menyatakan di Forum Obligasi Kredit Global Bloomberg bahwa "probabilitas gelembung AI kemungkinan besar 100%". Ia berpendapat bahwa seiring perusahaan teknologi terus mengalokasikan dana besar, pasar pasti akan mencapai tingkat gelembung dalam beberapa bulan atau tahun mendatang. Cohen mendefinisikan gelembung kredit sebagai pemberian pembiayaan kepada perusahaan yang membutuhkan pertumbuhan nyata untuk membayar utangnya, dan secara historis, kemakmuran teknologi sering berakhir dengan cara ini. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mencari aset yang dapat bertahan melalui struktur keuangan atau neraca yang kuat, bukan bergantung pada ekspektasi pertumbuhan masa depan. Skala utang di industri AI telah melonjak secara belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut data Barclays, emisi obligasi tanpa jaminan global oleh perusahaan teknologi skala besar AS tahun ini telah melebihi $155 miliar, meningkat lebih dari 45% dibandingkan seluruh tahun lalu. Bloomberg Intelligence memprediksi bahwa pengeluaran modal AI perusahaan dalam lima tahun ke depan akan mencapai sekitar $5 triliun, dengan sebagian besar dibiayai melalui utang. Hanya dalam seminggu ini, Hut 8 telah menerbitkan obligasi investasi senilai sekitar $4 miliar untuk membiayai proyek pusat data terkait NVIDIA dan mendapat permintaan empat kali lipat lebih tinggi, sementara penerbitan obligasi senilai $36 miliar untuk pembelian chip oleh Anthropic hampir selesai. Christina Lee, co-head of Private Credit di Oaktree Capital, menyatakan bahwa peluang pembiayaan pusat data sangat besar tetapi harus dipilih secara selektif, "karena masih belum jelas siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah." Dan Ivascyn, CIO PIMCO Group, lebih hati-hati, menilai bahwa AI tidak cocok untuk overweight, namun karena permintaan pembiayaan sangat besar, nilai dapat dilepaskan sambil tetap mempertahankan posisi defensif, serta memperingatkan bahwa kerugian akibat gagal bayar bisa melebihi pengalaman historis. Ray Dalio dari Bridgewater Associates juga mengingatkan bahwa revolusi teknologi skala besar selalu disertai spekulasi berlebihan, di mana perusahaan menghadapi dilema "baik menginvestasikan dana besar untuk merebut pasar, atau tidak cukup mengeluarkan uang dan menyerahkan pasar kepada orang lain." https://t.co/mRkg8F1VFQ

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.