Ringkasan Podcast Radit x Pandji x Reza Arab ~ Podcast ini dibuka dengan Radit yang merasa percakapannya agak kaku di awal, kurang terasa seperti ngobrol santai biasa. ~ Membahas proyek "Marapton", Radit sangat menghargai tim di balik layar Arap yang pekerjaannya sudah rapi seperti standar TV. ~ Ada cerita lucu saat Radit mengingat kembali momen dia pernah bertengkar dengan Pandji bertahun-tahun lalu karena editan wajah. ~ Ternyata Reza Arap sempat mengalami semacam "PTSD" kamera karena terlalu lama *live streaming* nonstop, bahkan di mobil pun dia bertanya ke timnya apakah kamera masih menyala atau tidak. ~ Di awal Marapton, Arap mengaku sedang melewati masa *grieving*; dia sempat kaget ketika bangun tidur malah diberi *sound effect* lucu oleh timnya sebagai bahan candaan. ~ Fakta mengejutkan muncul: Arap jujur bahwa dia sama sekali tidak peduli apakah Marapton akan rugi atau balik modal. ~ Alasan dia nekat menghabiskan uang untuk acara ini murni hanya untuk menciptakan *memories* atau kenangan seumur hidup bersama tim intinya. ~ Untungnya ada Cynthia (manajernya) yang pusing memikirkan uangnya dan menahan sifat impulsif Arap agar tidak berlebihan. ~ Perilaku Arap saat impulsif cukup menjengkelkan; dia akan *spam* mengirim link barang-barang aneh dari luar negeri ke Cynthia sampai dibelikan. ~ Lucunya, baru-baru ini Arap sangat bangga karena di usianya sekarang, dia baru bisa memesan makanan online dan melakukan *check out* belanjaan *e-commerce* sendiri pakai HP-nya. ~ Ide paling gila untuk Marapton ke depan: dia sangat ingin memelihara gajah di rumah, bahkan sudah mengecek perizinan dan menghitung biayanya. ~ Beralih topik ke "Adili Idola", Pandji bercerita bahwa tiket acara *roasting* Reza Arap laris keras dan habis sangat cepat. ~ Ternyata banyak orang (entah *fans* atau yang memang kesal) berebut tiket hanya untuk melihat Arap di-*roast* habis-habisan di atas panggung. ~ Yang akan *roast* Arap nantinya adalah komika tajam seperti Ate dan Indra Frimawan, bahkan *inner circle*-nya sendiri seperti Yuka dan Nico Junius. ~ Setelah urusan Marapton selesai, Arap berencana fokus memperbaiki dan memperbesar *Production House* (PH) miliknya sendiri, Anak Langit Production. ~ Di akhir, Pandji membuat analogi epik yang menyamakan Arap dengan pengusaha sukses dan nyentrik, Richard Branson. ~ Kesimpulan dari Pandji: Arap sama sekali tidak mengerti perhitungan bisnis untung-rugi (P&L), tapi dia memiliki karisma, keberanian, dan *personal branding* dewa yang membuatnya terus laku di industri hiburan.

Bagikan







Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.