Pada tanggal 6 Agustus 2025, Openledger dan Trust Wallet mengumumkan kemitraan strategis untuk mengembangkan dompet Web3 yang didukung AI, sebuah langkah penting yang bertujuan untuk mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam ekosistem: kompleksitasnya. Kolaborasi ini akan menghadirkan asisten AI langsung ke antarmuka dompet, memungkinkan pengguna untuk melakukan tugas kompleks dengan menggunakan bahasa alami yang sederhana. Bagi basis pengguna Trust Wallet yang berjumlah lebih dari 200 juta orang, ini bisa menjadi inovasi besar yang secara fundamental mendefinisikan ulang cara individu berinteraksi dengan aset digital.
Image: @lilbratel3na di X (Twitter)
Solusi Berbasis AI untuk Masalah Kegunaan Web3
Bagi banyak orang, janji Web3 telah terhambat oleh kurva pembelajaran yang curam. Istilah teknis dan proses multi-langkah yang diperlukan untuk tugas-tugas umum—seperti transfer lintas rantai, staking, dan perdagangan—telah menjadi hambatan signifikan bagi pendatang baru. Pengalaman pengguna (UX) saat ini sering memaksa individu untuk bertindak seperti pengembang, bukan pengguna, yang secara serius membatasi adopsi secara luas.
Openledger dan Trust Wallet menghadapi masalah ini secara langsung. Sebagai kontributor inti Openledger, Kamesh mengatakan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk "mengubah tugas teknis menjadi percakapan sederhana." Ini berarti bahwa alih-alih menavigasi berbagai menu atau memahami detail transaksi yang rumit, pengguna cukup memerintahkan dompet untuk "transfer 5 ETH ke dompet teman saya" atau "stake semua token saya di pool dengan hasil tertinggi." Asisten AI akan menangani kompleksitas di balik layar, menjadikan prosesnya intuitif dan berbasis percakapan.
Integrasi ini menjanjikan serangkaian fitur yang dirancang untuk menyederhanakan perjalanan pengguna:
-
Perintah Bahasa Alami: Pengguna dapat melakukan operasi on-chain yang kompleks menggunakan suara atau teks.
-
Saran Transaksi Cerdas: Dompet dapat memberikan saran yang dipersonalisasi berdasarkan perilaku pengguna.
-
Operasi On-Chain Otomatis: AI dapat menjalankan tugas tertentu secara otomatis sambil tetap mempertahankan kontrol pengguna.
Ini lebih dari sekadar menambahkan fitur baru; ini adalah perubahan mendalam dari dompet pasif menjadi asisten aktif dan cerdas. Dengan menghilangkan kebutuhan untuk memahami jargon blockchain tertentu, teknologi baru ini bisa menjadi kunci untuk membawa gelombang pengguna berikutnya ke ruang ini, mempercepat adopsi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan aplikasi Web3 lainnya.
1[Paving the Way for Mass Adoption
2[Kemitraan ini menandakan bahwa industri akhirnya mulai serius menangani masalah kegunaan. Saat dompet berevolusi dari repositori statis aset menjadi agen pintar, pengalaman pengguna menjadi fokus utama. UX yang lebih intuitif dan mudah diakses dapat menghasilkan lebih banyak pengguna, lebih banyak transaksi, dan ekosistem yang lebih sehat secara keseluruhan.
Trust Wallet CEO Eowyn Chen menggemakan sentimen ini, menekankan komitmen kemitraan untuk "mempersonalisasi dan menyederhanakan pengalaman dompet tanpa mengorbankan misi kepemilikan pengguna dan pengawasan mandiri." Keberhasilan dompet baru ini akan bergantung pada kemampuannya untuk menyeimbangkan antara bantuan AI yang kuat dan prinsip inti desentralisasi serta keamanan yang menjadi dasar Web3.
Pada akhirnya, langkah ini bukan hanya peluncuran produk; ini adalah cetak biru untuk masa depan Web3. Openledger dan Trust Wallet sedang meletakkan dasar untuk masa depan digital yang lebih ramah pengguna, aman, dan dinamis, dan kesuksesan mereka dapat menetapkan standar baru untuk seluruh industri.
Referensi
[1] Bitcoin - Openledger, Trust Wallet bekerja sama untuk meluncurkan dompet Web3 yang didukung AI, 5 Agustus 2025
[2] AInvest - OpenLedger dan Trust Wallet Meluncurkan Dompet Crypto Percakapan Bertenaga AI, 5 Agustus 2025