

Lebih dari US$133 juta atau sekitar Rp2,4 triliun diduga raib dari sebuah bank di Prancis. Namun, jumlah kerugiannya bisa lebih besar. Investigator on-chain ZachXBT mengidentifikasi Crédit Mutuel Arkéa sebagai institusi yang diduga menjadi korban pencurian tersebut. Menurutnya, eksploitasi berlangsung selama beberapa hari dan kemungkinan masih ada transaksi OTC yang belum masuk dalam perhitungan kerugian. Awalnya, ZachXBT menemukan lebih dari US$106 juta dalam penarikan mencurigakan dari sejumlah centralized exchange. Namun, setelah menemukan tambahan US$27 juta dalam penarikan, estimasi kerugian meningkat menjadi lebih dari US$133 juta. Menariknya, sekitar US$63 juta dalam stablecoin diduga telah ditukar menjadi ETH hanya dalam empat jam. Namun, ada hal penting yang belum terjawab: identitas bank sebagai korban belum dikonfirmasi secara independen. ZachXBT juga belum mengungkap bagaimana pelaku mendapatkan akses ke dana tersebut. #OnchainInvestigation #CryptoSecurity #Ethereum

Bagaimana jika sebagian Bitcoin nantinya dipegang oleh pelaku pasar yang tidak punya rasa takut atau serakah? Selama ini, pasar Bitcoin bergerak di tengah psikologi manusia. Harga turun, trader panik. Harga naik, FOMO mulai muncul. Jason Lowery, seorang engineer dan anggota US Space Force, melihat kemungkinan berbeda seiring berkembangnya AI agents yang bisa menghasilkan uang, bertransaksi, hingga menyimpan Bitcoin secara mandiri. AI memang tetap bisa membeli atau menjual BTC. Bedanya, keputusan mereka tidak didorong rasa takut atau keserakahan, melainkan tujuan yang diprogram. Jika jumlah Bitcoin yang mereka kuasai cukup besar, sebagian pasokan likuid bisa menjadi jauh lebih sedikit terpengaruh oleh kepanikan maupun euforia manusia. Artinya, semakin banyak mesin yang ikut masuk ke pasar, semakin besar kemungkinan psikologi manusia bukan lagi satu-satunya faktor yang membentuk pergerakan Bitcoin. #BitcoinAdoption #CryptoNarrative #FutureOfFinance

Wallet penjaga harga CryptoIZ masuk di MC $31 rb pada 2 November 2026 pukul 10.45 WIB. 4 jam 5 menit kemudian $PEACE mencapai $424 rb (×13,7). $100 saat penjaga masuk → $1.370 di puncak. Dari data wallet sebelumnya, median multiplier keseluruhan adalah ×10,9. Hasil $PEACE (×13,7) berada di atas median tersebut. Catatan: Bukan sinyal beli/jual, bukan garansi profit, bukan financial advice.

Serangan siber tidak harus makin canggih untuk menjadi lebih berbahaya. Nikesh Arora, CEO Palo Alto Networks, melihat masalah baru: serangan yang sama kini bisa dilakukan jauh lebih cepat dan oleh lebih banyak orang. Menurutnya, LLM open-source mempermudah penyerang menemukan celah keamanan tanpa harus melewati proses coba-coba berkali-kali. Jalur masuk juga bisa berasal dari vendor atau mitra yang terhubung ke infrastruktur perusahaan. Artinya, ancaman bukan cuma datang dari sistem perusahaan sendiri. Satu vendor dengan keamanan lemah bisa menjadi pintu masuk untuk menyerang seluruh jaringan. #OpenSourceAI #LLM #DataSecurity

Beli Bitcoin saat lebih murah, lalu menjualnya ketika harga naik. Satu whale baru saja mengamankan keuntungan $1,74 juta dari strategi tersebut. Menurut analis on-chain @EmberCN, wallet 0xc79b menjual 200 cbBTC dengan total penerimaan sekitar $15,49 juta USDC, setara harga $77.458 per token. Menariknya, 200 cbBTC tersebut sebelumnya dibeli secara bertahap antara Februari hingga Juli dengan harga rata-rata $68.750. Selisih harga itu menghasilkan keuntungan sekitar $1,74 juta atau Rp28 miliar. Keuntungan ini bukan sekadar kenaikan nilai aset di atas kertas. Whale tersebut sudah menjual kepemilikannya dan merealisasikan profit. #cbBTC #WhaleAlert #OnChain

AI bukan cuma sedang mengubah industri teknologi. Boom-nya mulai menekan bisnis yang ikut membiayainya. Alphabet mencatat perlambatan pertumbuhan iklan pencarian, sebagian dipengaruhi penggunaan AI Mode. Amazon menghadapi penurunan tajam free cash flow, sementara Intel memperingatkan perlambatan penjualan PC akibat harga chip memori yang melonjak karena ledakan AI. Pasar langsung bereaksi. Saham Intel anjlok 29%, Alphabet turun 13%, dan Nasdaq merosot 2,9% pada Jumat. Bitcoin ikut jatuh lebih dari 5%. Ironinya, AI yang selama ini menjadi alasan investor memburu saham teknologi kini mulai menghadirkan tekanan baru: biaya investasi membengkak, uang tunai menyusut, dan pertumbuhan bisnis lama ikut terancam. Selama ini belanja AI dianggap tanda keyakinan. Sekarang, pasar mulai bertanya: kapan investasi sebesar itu benar-benar menghasilkan uang? Sumber Wall Street Journal #ArtificialIntelligence #TechStocks #Alphabet


