Dinas Kehutanan AS menyemprotkan glyphosate (Roundup) di puluhan ribu acre hutan nasional musim semi ini untuk mendukung produksi kayu komersial.
Setelah kebakaran hutan, hutan secara alami beregenerasi dengan semak-semak beragam, bunga liar, dan satwa liar. Namun, sebuah investigasi terbaru mengungkap bahwa Dinas Kehutanan dan perusahaan penebangan swasta secara rutin menerapkan herbisida ini untuk menghilangkan vegetasi asli yang bersaing, serta memprioritaskan spesies bernilai komersial seperti Douglas fir dan sugar pine.
Praktik ini telah menciptakan area luas dengan biodiversitas yang jauh berkurang, sering disebut sebagai "zona mati", di mana populasi serangga, burung, dan tanaman mengalami penurunan tajam. Glyphosate, yang diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai karsinogen kemungkinan bagi manusia, penggunaannya di hutan nasional California telah meningkat lima kali lipat dalam dua dekade terakhir, mencapai rekor 266.000 pon pada tahun 2023.
Komunitas lokal, kelompok lingkungan, dan warga setempat mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak potensial terhadap kualitas air, spesies terancam punah (termasuk salmon dan rubah langka), serta kesehatan publik. Para kritikus berpendapat bahwa memprioritaskan produksi kayu industri di atas keberagaman ekologis bertentangan dengan misi lebih luas hutan nasional sebagai lahan publik.
Masalah ini memperkuat perdebatan mengenai pengelolaan hutan, menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan kesehatan lingkungan dan komunitas jangka panjang.