Bank terbesar di Italia, Intesa Sanpaolo, meningkatkan portofolio kripto mereka dari $100 juta menjadi $235 juta pada kuartal pertama, membeli ethereum dan XRP untuk pertama kalinya, sambil hampir mengosongkan posisi Solana. Ini bukan uji coba oleh bank kecil, melainkan keputusan alokasi aset nyata oleh salah satu bank terbesar di Eropa.
Detailnya patut dianalisis: peningkatan posisi pada ETF Bitcoin ARK 21Shares dan IBIT dari BlackRock, pembelian ethereum pertama kali melalui iShares Staked Ethereum Trust milik BlackRock, serta penambahan ETF Grayscale XRP Trust sebesar $26 juta. Selain itu, mereka membuka posisi call option pada IBIT, mengosongkan posisi Bitmine, dan mengurangi kepemilikan Solana dari 260.000 saham menjadi hanya 2.817 saham.
Sinyalnya jelas: institusi sedang melakukan pemilihan aset secara aktif, bukan sekadar mengikuti tren. Imbal hasil staking ethereum dan kejelasan regulasi XRP menjadi nilai tambah, sementara Solana semakin ditinggalkan. Manajemen portofolio yang “memperkuat aset berkualitas tinggi dan mengurangi aset tidak pasti” ini mencerminkan pemahaman institusi terhadap aset kripto yang semakin mendalam, lebih dari sekadar membeli BTC semata.
Namun, risiko tetap ada: aset kripto Intesa digunakan terutama untuk perdagangan swasta, artinya posisi ini dapat disesuaikan dengan cepat sesuai fluktuasi pasar. Jika tekanan makroekonomi berlanjut—misalnya, imbal hasil obligasi AS melewati 4,5% atau pendanaan IPO SpaceX—posisi institusi semacam ini justru bisa menjadi kekuatan penjual.
Kedatangan institusi bukanlah sinyal positif sepihak, melainkan awal dari kompleksifikasi struktur pasar.
$xrp #eth #sol #btc #defi