
🧐 Jeff Yan, 31 tahun, menganggap Hyperliquid sebagai "infrastructure yang menopang bursa" Penulis @RyanJamesWeeks secara khusus melakukan perjalanan ke Washington D.C. untuk berbincang dengan Jeff Yan @chameleon_jeff, guna memahami rencana strategis lanjutan dari platform kripto Hyperliquid yang ia bangun dan kembangkan dengan pesat. Kami duduk di kafe lantai satu hotel Riggs yang megah, sementara petugas keamanannya berjaga tak jauh dari kami. Selama percakapan, saya menyadari bahwa pendiri berusia 31 tahun ini tidak selalu memberikan jawaban yang langsung dan pasti. Programmer bernilai miliaran dolar ini memahami logika komunikasi industri kripto. Secara luas, Hyperliquid dianggap sebagai bursa aset digital, tetapi ia selalu menekankan bahwa Hyperliquid bukanlah bursa, melainkan "lapisan infrastruktur dasar yang menopang bursa". Ia membandingkannya dengan internet: pengembang yang membangun aplikasi di atas Hyperliquid harus merancang mekanisme manajemen risiko dan checks & balances sendiri. Jeff Yan enggan berbicara tentang visi industri secara umum, dan lebih fokus pada pengembangan kode. "Saya menghabiskan hampir seluruh waktu saya untuk bekerja," katanya, "Bagi saya, pekerjaan menguasai seluruh energi saya." Upaya ini menghasilkan hasil nyata: Hyperliquid awalnya hanyalah platform kecil di luar negeri yang fokus pada Perp (kontrak berkelanjutan), yaitu kontrak yang diperdagangkan sepanjang waktu tanpa tanggal kedaluwarsa. Kini, ia telah berkembang menjadi pasar perdagangan utama yang mendukung kontrak agen untuk berbagai aset, termasuk saham dan emas, dengan pendapatan 713 juta dolar AS dalam 12 bulan terakhir. Hyperliquid diluncurkan pada 2023, meskipun tidak membuka akses ke pasar Amerika Serikat, pertumbuhannya telah mengguncang institusi terkemuka di industri, termasuk CME Group—bursa derivatif terbesar di dunia—dan menarik perhatian Gedung Putih. Donald Trump adalah pendukung industri kripto, yang tahun lalu memperoleh lebih dari 1,4 miliar dolar AS dari proyek kripto pribadinya, dan pernah menyatakan bahwa regulator sedang secara aktif menyusun kerangka regulasi untuk kontrak berkelanjutan. Jeff Yan berbasis di Singapura, dan kunjungannya ke Washington kali ini bertujuan untuk mendukung Hyperliquid Policy Center. Lembaga ini merupakan entitas lobi independen yang secara konsisten mengajukan dokumen kepada regulator Amerika Serikat untuk menjelaskan nilai platform ini. *Sumber gambar: Greg Kahn, Bloomberg Businessweek*






