
Vietnam mengusulkan penambahan layanan aset kripto ke dalam kelompok pihak yang wajib melaporkan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang. Beberapa poin penting dalam draf tersebut: - Menambahkan ketentuan mengenai pemilik manfaat. - Mengidentifikasi tanda-tanda transaksi mencurigakan terkait aset kripto, seperti pembagian transaksi kecil-kecil, setoran/penarikan berulang, penggunaan mixer, privacy coin, dan transfer aset ke wilayah berisiko tinggi atau dompet yang terkait aktivitas ilegal. - Mewajibkan penyedia layanan aset kripto untuk menerapkan prosedur KYC, mengevaluasi risiko, dan menyimpan informasi sesuai ketentuan. Ini dianggap sebagai langkah selanjutnya dalam proses penyempurnaan kerangka hukum untuk pasar aset digital di Vietnam, sekaligus mendekati standar internasional pencegahan dan pemberantasan pencucian uang (FATF). 🫡 🫡




