Kolaps demografi Jepang telah membangun "ekonomi kematian" senilai $12 miliar. Pada 2025, Jepang mencatat 1,59 juta kematian dibandingkan 671.000 kelahiran di kalangan warga negara Jepang—kesenjangan yang media lokal sebut sebagai "Masyarakat Kematian Massal" (多死社会). Bisnis pemakaman kini menjadi salah satu pasar pertumbuhan paling stabil di negara itu: • Ukuran pasar: ¥1,83 triliun (~$12 miliar) pada 2024, masih meningkat seiring kenaikan jumlah kematian menuju puncaknya pada 2040. • Pemakaman biasa: ¥1,0–1,2 juta. Layanan tradisional penuh sekitar ¥1,6 juta ($10.000). • Hotel jenazah (遺体ホテル): dengan fasilitas kremasi perkotaan yang menunggu 4–8 hari—dan hingga dua minggu di musim dingin—keluarga membayar ¥10.000–25.000 ($130) per malam untuk mendinginkan jenazah sambil menunggu jadwal tungku. • Tingkat kremasi 99,97%. Penguburan di tanah masih legal secara nasional, tetapi secara efektif dilarang di Tokyo dan Osaka. Jepang hanya memiliki sekitar 10 pemakaman yang menerima penguburan, sehingga beberapa keluarga Muslim dan Yahudi menghabiskan ¥1 juta+ ($6.500) untuk mengangkut sisa jenazah ke luar negeri. • Pada FY2023, pemerintah kota mengkremasi sekitar 42.000 jenazah yang tidak diklaim dengan biaya publik. Ketika sebuah negara berhenti menggantikan dirinya sendiri, konsumen paling andal terakhir adalah yang sudah mati.
PredictivemoneyBagikan

Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.