Pedagang ritel pada akhir tahun 1920-an benar-benar bersaing satu sama lain, memperlakukan pasar saham sebagai permainan besar dan sangat sosial untuk melihat siapa yang bisa menjadi kaya paling cepat. Meskipun mereka tidak memiliki papan peringkat digital atau aplikasi modern, budaya era Roaring Twenties mengubah spekulasi keuangan menjadi hobi kompetitif yang didorong oleh teknologi baru dan media massa. Meluasnya stasiun radio komersial dan kolom keuangan harian di surat kabar menyediakan aliran terus-menerus kisah-kisah kesuksesan. Pedagang ritel terus membandingkan kesuksesan mereka sendiri dengan kemenangan legendaris dan sangat dipublikasikan dari spekulan pasar terkenal seperti Jesse Livermore. Lingkungan ini menciptakan rasa "FOMO" (takut ketinggalan) yang parah, mendorong dorongan tak kenal lelah untuk tetap sejajar dengan—atau mengungguli—rekan-rekan mereka.
GPDog🐾Bagikan
Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.