source avatarくまごろう

Bagikan

https://t.co/9Xkp05A1Lj Situasi berubah drastis... Keadaan luar biasa pertama kali terjadi pada obligasi pemerintah Jepang sejak 1996! Apa yang harus dilakukan investor perorangan sekarang? [Penjelasan mendalam oleh mantan Goldman Sachs] O-chan [Mantan Bankir Asing] #AIringkasan Peringatan terhadap kenaikan suku bunga jangka panjang global dan penurunan nilai mata uang 🔳 Suku bunga jangka panjang naik secara serentak di negara maju Suku bunga obligasi jangka panjang naik secara bersamaan di Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan berbagai negara Eropa; pembicara berpendapat bahwa perubahan sedang terjadi di dasar pasar keuangan global. 🔳 Suku bunga naik tajam sebelum krisis besar sebelumnya Pada Black Monday 1987 dan penurunan saham Jepang mulai akhir 1989, suku bunga naik signifikan sebelumnya; saat ini, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dianggap sebagai indikator peringatan. 🔳 Pasar obligasi adalah fondasi seluruh pasar keuangan Obligasi adalah surat utang pemerintah; semakin besar ketidakpercayaan investor terhadap fiskal pemerintah, semakin tinggi imbal hasil yang diminta, sehingga kenaikan suku bunga memperberat beban bunga pemerintah, menciptakan siklus negatif: pinjaman tambahan → kenaikan suku bunga lebih lanjut. 🔳 Kekhawatiran terhadap perluasan utang seluruh negara maju Utang pemerintah G7 meningkat dari sekitar 40% dari PDB pada 1975 menjadi sekitar 130% saat ini; pembicara menekankan bahwa perbedaan besar dari krisis masa lalu adalah bahwa negara-negara yang sebelumnya menjadi penyelamat kini menghadapi masalah fiskal secara bersamaan. analisis siklus 100 tahun terhadap sistem mata uang sejak 1971 Setelah Shock Nixon tahun 1971, ketika keterikatan dengan emas dihapuskan, utang pemerintah meluas, mirip dengan tren sejak 1914; pembicara menunjukkan siklus panjang di mana sistem mata uang direstrukturisasi setelah ekspansi utang yang berlebihan. 🔳 Pandangan bahwa inflasi yang bangkit kembali mendorong penjualan obligasi Lingkungan inflasi rendah yang berlangsung selama sekitar 40 tahun berubah sekitar tahun 2021; investor obligasi yang tidak menyukai penurunan imbal hasil riil akibat inflasi mulai menjual obligasi dan menuntut imbal hasil lebih tinggi, menjadi latar belakang kenaikan suku bunga saat ini. 🔳 Pilihan bagi pemerintah: austeritas atau penekanan suku bunga Jika pemerintah mengurangi pengeluaran atau menaikkan pajak untuk mengurangi utang, dampaknya terhadap perekonomian akan besar; oleh karena itu, diperkirakan pemerintah cenderung menekan suku bunga melalui pembelian obligasi oleh bank sentral, melemahkan nilai mata uang untuk meringankan beban utang. 🔳 Jepang berpotensi menjadi domino pertama Utang pemerintah Jepang melebihi dua kali PDB, dan Bank of Japan memegang sekitar separuh dari semua obligasi yang beredar; meski demikian, suku bunga jangka panjang tetap naik, sehingga investor asing memperhatikan Jepang sebagai titik awal munculnya masalah utang global. 🔳 Kenaikan suku bunga Jepang juga memengaruhi pasar AS Jika suku bunga domestik Jepang naik, daya tarik bagi investor institusional Jepang untuk memegang obligasi AS dengan mengambil risiko valas menurun; hal ini dapat mendorong arus dana kembali dan memberi tekanan naik pada suku bunga jangka panjang AS. 🔳 Rumah tangga terdampak oleh kenaikan hipotek dan penurunan daya beli yen Kenaikan suku bunga jangka panjang akan meningkatkan suku bunga hipotek tetap dan pinjaman perusahaan; sebaliknya, jika Bank of Japan menekan suku bunga dengan membeli obligasi, peningkatan pasokan yen dapat melemahkan daya beli; dalam kedua skenario, beban bagi rumah tangga akan muncul. 🔳 Menyimpan hanya dalam bentuk uang tunai dianggap sebagai risiko terbesar Dalam periode peningkatan pasokan uang, harga nominal aset nyata seperti perusahaan atau saham berpotensi naik; oleh karena itu, menghindari kerugian dengan memindahkan seluruh aset ke uang tunai yen berisiko langsung terpapar penurunan nilai mata uang. 🔳 Saham juga tidak aman — waspadai volatilitasnya Pada masa transisi sistem mata uang, resesi ekonomi dan penurunan tajam harga saham dapat terulang; oleh karena itu, memiliki saham tidak berarti aman; disarankan untuk menyediakan dana perlindungan hidup, tidak hanya fokus pada uang tunai, serta menentukan jumlah investasi rutin dan kepemilikan saham individu secara sebelumnya. 🔳 Indikator pasar yang perlu diperhatikan Pembicara menunjukkan tiga indikator untuk menilai perubahan lingkungan keuangan: apakah imbal hasil obligasi 30 tahun Jepang akan stabil di level 4%, apakah Bank of Japan akan meningkatkan pembelian obligasi, dan apakah imbal hasil obligasi 30 tahun AS akan tetap di level 5%. 🔳 Pernyataan akhir Pembicara memandang pergerakan pasar obligasi saat ini bukan sebagai tanda pasti kehancuran sistem keuangan, melainkan sebagai peringatan bahwa aturan keuangan dan mata uang sedang berubah; kesimpulannya, investor perorangan penting untuk menghindari perdagangan emosional dan terus mempertahankan diversifikasi serta manajemen dana.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.