source avatarCryptoiz Research 🇮🇩🇮🇩

Bagikan

Selama ini banyak orang mengira risiko terbesar memiliki aset kripto adalah diretas. Namun, laporan terbaru dari CertiK menunjukkan ancamannya mulai bergeser. Pada paruh pertama 2026, CertiK mencatat 52 kasus "wrench attack" atau serangan fisik terhadap pemilik aset kripto yang telah terverifikasi. Nilai aset yang terdampak mencapai sekitar US$124,1 juta atau sekitar Rp2 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Yang mengkhawatirkan, bentuk serangannya juga semakin ekstrem. Kasus perampokan di rumah meningkat tajam, sementara penculikan juga lebih sering terjadi. Sebagian besar insiden tercatat di Eropa, dengan Prancis menjadi negara yang paling banyak melaporkan kasus. Yang berubah bukan hanya jumlah kasus, tetapi cara pelaku menyerang. Jika sebelumnya pelaku lebih banyak mencoba membobol dompet digital, kini mereka mulai menargetkan orang yang memegang aset tersebut. Artinya, keamanan aset kripto tidak lagi cukup bergantung pada password atau hardware wallet, tetapi juga pada seberapa banyak informasi pribadi yang tersebar di ruang publik. Karena itu, CertiK mengingatkan pengguna untuk tidak mengaitkan identitas pribadi dengan kepemilikan aset kripto, memisahkan perangkat penandatanganan dari frase pemulihan (recovery phrase), serta menerapkan pengamanan berlapis untuk aset bernilai besar. #CryptoSecurity #Bitcoin #Ethereum

No.0 picture
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.