Zuckerberg Menyampaikan Kekhawatiran atas Usulan Badan Regulasi AI Nasional

iconKuCoinFlash
Bagikan
AI summary iconRingkasan
CEO Meta Mark Zuckerberg menyampaikan kekhawatiran tentang usulan badan regulasi AI nasional selama panggilan dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Ide ini, yang didukung oleh Demis Hassabis dari Google DeepMind dan beberapa pejabat Gedung Putih, akan menciptakan kerangka kebijakan regulasi untuk meninjau model AI canggih sebelum diluncurkan. Zuckerberg menyarankan agar kebijakan regulasi tersebut selaras dengan pendekatan ringan milik Trump. Gedung Putih masih mempertimbangkan rencana ini, yang bisa berbentuk tindakan regulasi ketat mirip FINRA atau kelompok industri sukarela. Zuckerberg sebelumnya telah memperingatkan bahwa tindakan regulasi ketat dapat melemahkan kepemimpinan AI AS.

Berita ME, 4 September (UTC+8), CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan kekhawatiran selama percakapan telepon bulan lalu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana pendirian lembaga pengawas AI nasional. Usulan ini didorong oleh ilmuwan Google DeepMind, Demis Hassabis, dan didukung sebagian pejabat Gedung Putih, dengan tujuan membentuk organisasi independen serupa FINRA untuk meninjau dan menguji potensi risiko sebelum penerapan luas model AI canggih. Pejabat Gedung Putih memperkenalkan usulan ini kepada Trump dan perusahaan teknologi utama termasuk Meta pada pertengahan Agustus. Trump berbicara dengan Zuckerberg pada minggu 17 Agustus. Menurut pejabat senior Gedung Putih yang memahami percakapan tersebut, Zuckerberg menentang usulan ini. Sumber lain yang mengetahui situasi mengatakan bahwa Zuckerberg tidak meminta Trump mengubah posisinya, tetapi menyarankan bahwa personel lembaga pengawas yang ditunjuk Gedung Putih seharusnya mencerminkan pendekatan "ringan" Trump terhadap AI, dan menambahkan bahwa Trump yang lebih dulu menelepon. Percakapan tersebut tidak menghentikan gagasan ini, yang masih dipertimbangkan. Perwakilan Meta menolak memberikan komentar. Perwakilan Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintahan Trump berkomitmen untuk menyeimbangkan inovasi dan keamanan dalam perumusan kebijakan AI. Zuckerberg dalam sebuah artikel bulan Agustus menyatakan keraguan terhadap pengawasan pemerintah yang ketat terhadap model AI baru, berpendapat bahwa kebijakan apa pun yang menunda peluncuran model sekalipun satu bulan akan meningkatkan risiko signifikan terhadap kepemimpinan AS dibandingkan Tiongkok. Pemerintah sedang mempertimbangkan lembaga pengawas gaya FINRA atau organisasi industri sukarela serupa Asosiasi Film Amerika. David Sacks, mantan "sultan" AI dan kripto Trump, menentang lembaga pengawas pemerintah, menyebutnya sebagai "DMV untuk AI". Pendiri bersama Anthropic, Jack Clark, mendukung gagasan gaya FINRA ini dalam sebuah posting bulan Juli. (Sumber: ChainCatcher)

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.