
Wawasan Utama:
- Monero melampaui Zcash (ZEC) dalam hal pemulihan setelah fase bearish dalam beberapa bulan terakhir.
- XMR mungkin tetap mempertahankan posisinya sebagai koin privasi teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, tetapi Zcash baru saja peringkat sebagai koin zero-knowledge proof teratas.
- Perbandingan penambangan: Koin mana yang lebih menguntungkan dari sudut pandang penambangan?
Monero dan Zcash adalah dua pemain utama terbesar di segmen koin privasi pasar kripto. Minggu ini, pasar tampak berada dalam fase reli bullish. Jadi, patut untuk mengeksplorasi kinerja spesifik sektor.
Pertarungan Harga Zcash dan Monero: XMR Mendapat Momentum saat ZEC Kehilangan Tenaga
Zcash dan Monero saling menyerang dalam pertarungan mereka untuk merebut posisi koin privasi teratas selama beberapa bulan terakhir. Untuk sejenak, tampaknya ZEC adalah pemenang yang jelas, tetapi sebuah kejutan di menit terakhir dan perubahan pasar yang tak terduga menggagalkannya.
Di sisi aksi harga, Monero tampaknya memimpin. Harganya berdagang di $349 pada waktu pelaporan, naik 2,62% dalam 7 hari terakhir.

Bullish bias XMR terus membangun momentum yang sama sejak menyentuh titik terendah di 276 pada minggu pertama Februari. Harga terbaru ini berarti XMR naik lebih dari 30% dari level terendahnya dalam 4 minggu terakhir.

Sementara itu, harga Zcash berada di sekitar $209 pada waktu pelaporan, setelah penurunan 7% dalam 24 jam terakhir. Namun, para pembeli kurang antusias terhadap ZEC dibandingkan Monero.
Zcash Menduduki Posisi Teratas dalam Daftar Koin Zero-Knowledge Terkemuka Berdasarkan Kapitalisasi Pasar
Monero mungkin masih berada di puncak peringkat koin privasi, terutama berdasarkan aksi harga terbaru. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa Zcash memimpin di segmen Zero-Knowledge Proofs.
Peringkat terbaru CoinGecko menempatkan ZEC di atas kelompok zero-knowledge proof berdasarkan kapitalisasi pasar. Daftar tersebut menunjukkan koin-koin teratas yang menggunakan zero-knowledge proof untuk verifikasi transaksi.

Menariknya, Monero juga menggunakan zero-knowledge proof. Namun, ini bukan bagian kritis dari operasinya dibandingkan dengan Zcash dan koin top lainnya. Inilah mengapa tidak muncul di daftar.
Peringkat ZEC di antara jaringan zero-knowledge proof teratas merupakan bukti dari posisi pasar yang kuat. Akibatnya, altcoin ini mungkin dapat memanfaatkan posisinya di segmen tersebut.
Berikut bagaimana Zcash dan Monero bertanding satu sama lain dalam penambangan
Penambangan kripto dianggap sebagai infrastruktur kritis untuk koin-koin yang didukungnya. Dalam kasus ini, baik Monero maupun Zcash menggunakan mekanisme proof-of-work, yang membuat perbandingan menjadi lebih mudah.
Faktor yang sebanding ini juga berarti mereka bersaing ketat dalam metrik kinerja utama. Sebagai contoh, data terbaru menunjukkan bahwa penambangan Zcash lebih menguntungkan pada waktu pelaporan.
Namun, keunggulan ZEC mungkin disebut sebagai teknis. Pendapatan penambangan Monero berada di kisaran $1,56 pada saat pelaporan, sementara biaya listrik mencapai $0,67. Ini berarti keuntungan penambangan harian sekitar $0,81.
Sementara itu, pendapatan penambangan ZEC hampir dua kali lipat, yaitu $2,80. Namun, biaya listriknya juga jauh lebih tinggi, yaitu $3,72, sehingga profitabilitas turun menjadi sekitar $0,92. Perbedaan sangat kecil antara keduanya.
Namun, perlu dicatat bahwa biaya ZEC yang jauh lebih tinggi membuatnya lebih rentan terhadap volatilitas terkait biaya. Namun, data menunjukkan bahwa kesenjangan antara kedua koin tersebut tidak cukup besar untuk memicu dampak signifikan terhadap keputusan penambang.
Secara ringkas, pengamatan terbaru menunjukkan bahwa Zcash masih memiliki sebagian kepentingan meskipun ada ketidakpastian pasar.
Pos Zcash vs Monero: Which Privacy Coin Could Lead the Next Bull Run? muncul pertama kali di The Coin Republic.


