PANews, 18 Februari, YZi Labs dalam blog resminya menyatakan telah mengirimkan surat resmi kepada 10X Capital Asset Management dan pihak terkait, menuduh mereka diduga melanggar Pasal 13(d) dan Pasal 16(a) Undang-Undang Sekuritas Tahun 1934 dengan gagal mengungkapkan kepemilikan manfaat nyata atas saham biasa CEA Industries Inc. sesuai ketentuan. YZi Labs menunjukkan bahwa berdasarkan informasi publik, sejak akhir 2025, 10X Capital secara manfaat memiliki lebih dari 5% saham biasa beredar BNC, namun tidak mengajukan Schedule 13D untuk mengungkapkan pembentukan kelompok kepemilikan tersebut. Selain itu, Hans Thomas, mitra pendiri 10X Capital yang menjabat sebagai anggota dewan BNC, tidak mengajukan Form 3 kepada SEC dan gagal memenuhi kewajiban pelaporan kepemilikan awal sesuai Pasal 16(a). YZi Labs menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan Schedule 13D awal tepat waktu pada 26 November 2025, serta mengajukan dokumen revisi secara tepat waktu setelah perubahan kepemilikan akibat pembelian kembali dan penerbitan saham perusahaan. Untuk mempertahankan proses pengumpulan persetujuan dan mengekspresikan hak pemegang saham di bawah hukum Nevada, YZi Labs memilih untuk membentuk kelompok bersama pemegang saham lainnya dan memenuhi kewajiban pengungkapan sesuai ketentuan. Alex Odagiu, mitra investasi YZi Labs, menekankan bahwa aturan pengungkapan SEC bukanlah "preferensi pribadi" atau "manajemen internal opsional", melainkan kewajiban dasar yang harus dipatuhi oleh siapa pun yang ingin menjadi anggota dewan perusahaan publik. YZi Labs mendesak 10X Capital untuk segera mengungkapkan kepemilikan manfaat nyata atas BNC sesuai Pasal 13(d), serta meminta Hans Thomas untuk segera mengajukan Form 3 guna mengungkapkan kepemilikannya.
YZi Labs Meminta 10X Capital dan Hans Thomas untuk Mengungkap Kepemilikan Manfaat dari CEA Industries
PANewsBagikan






YZi Labs meminta 10X Capital dan Hans Thomas untuk mengungkapkan kepemilikan manfaat atas CEA Industries berdasarkan peraturan CFT (Mengatasi Pendanaan Terorisme). YZi menyatakan bahwa 10X Capital telah memiliki lebih dari 5% saham CEA sejak akhir 2025 tanpa mengajukan Schedule 13D. Hans Thomas, seorang direktur, juga gagal mengajukan Form 3. YZi telah mengajukan Schedule 13D-nya sendiri pada November 2025 dan mendesak kepatuhan terhadap peraturan SEC, menekankan pentingnya transparansi dalam pelaporan pajak keuntungan modal dan kewajiban direktur.
Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.