BlockBeats melaporkan, pada 25 Agustus, Menteri Keuangan AS Bessent tidak memberikan sinyal lebih lanjut mengenai operasi utang AS dalam siaran pers "Economic D-Day". Sebelumnya, karena imbal hasil utang AS jangka 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, Bessent secara tak terduga mengumumkan perluasan skala repurchase utang jangka panjang. Menurut rencana, dari 9 September hingga 4 November, jumlah minimum setiap repurchase akan dinaikkan dari 2 miliar dolar AS menjadi 4 miliar dolar AS.
Ketika ditanya apakah akan memperluas pembelian kembali lebih lanjut, Bessent menjawab: "Kami bahkan belum membeli satu obligasi pun, operasi berikutnya baru akan dilakukan pada 9 September." Baru-baru ini, ia sempat mengisyaratkan bahwa volume pembelian kembali mungkin melebihi batas bawah baru yang ditetapkan, tetapi pernyataan kali ini jelas lebih hati-hati.
Para analis menunjukkan bahwa repurchase treasury pada dasarnya merupakan alat pengelolaan utang yang biasa dan dapat diprediksi, bukan alat darurat untuk mengatasi tekanan pasar. Sebelumnya, Bessent menyatakan memiliki "seluruh rangkaian alat" untuk menstabilkan pasar obligasi, memicu spekulasi bahwa Departemen Keuangan mungkin mengurangi penerbitan obligasi jangka panjang. Mengenai apakah akan mengurangi skala pelelangan obligasi jangka panjang, Bessent menyatakan bahwa Departemen Keuangan akan "melanjutkan rencana penerbitan biasa" dan mengisyaratkan bahwa rincian lebih lanjut baru akan diumumkan dalam pengumuman pembiayaan ulang kuartalan berikutnya.
