Wawasan utama
- Trader long XRP kehilangan $3,22 juta dalam 24 jam, jauh melebihi kerugian short, karena ketidakseimbangan likuidasi melonjak hingga 537% secara keseluruhan hari ini.
- Meskipun XRP naik 0,37% menjadi $1,31, para trader yang mengharapkan pemulihan lebih kuat menuju $1,50 justru menghadapi likuidasi cepat di berbagai bursa secara global.
- XRP berakhir pada kuartal pertama turun 27,1%, sementara sinyal bearish terhadap bitcoin menunjukkan kemungkinan pelemahan lebih lanjut dalam sesi-sesi mendatang.
- Sokakan Likuidasi Menerjang XRP
Pedagang XRP mengalami kerugian arah terbesar dalam penjualan kripto terbaru, karena tekanan likuidasi di seluruh pasar meningkat hingga hampir $285 juta dalam 24 jam. Data CoinGlass menunjukkan ketidakseimbangan tajam dalam likuidasi XRP, dengan posisi panjang menyerap kerugian jauh lebih besar daripada taruhan pendek. Perpecahan ini menyoroti seberapa cepat harapan bullish memudar saat momentum harga melemah.
Trader panjang kehilangan sekitar $3,22 juta selama periode tersebut, sementara trader pendek kehilangan sekitar $504.790. Kesenjangan ini mendorong ketidakseimbangan likuidasi XRP menjadi 537 persen, menjadikan token ini salah satu contoh yang jelas tentang bagaimana pasar menghukum trader yang mengharapkan pemulihan lebih kuat. Selain itu, kerugian tersebut terjadi meskipun XRP menunjukkan kenaikan kecil pada grafik harian.
Upaya Pemulihan Gagal
Pedagang telah memposisikan diri untuk pergerakan menuju $1,50 setelah XRP mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, token gagal membangun optimisme tersebut dan justru bergerak dalam kisaran sempit antara $1,32 dan $1,28. Akibatnya, aksi harga yang mandek menjebak posisi bullish dan memicu keluar paksa saat perdagangan berisiko dibuka kembali di berbagai bursa.
Pada saat pelaporan, XRP diperdagangkan di $1,31, naik 0,37% dalam 24 jam terakhir. Selain itu, volume perdagangan harian naik 2,47% menjadi $2,06 miliar, menunjukkan bahwa minat terhadap aset ini tetap aktif meskipun upaya kenaikan gagal. Selain itu, kinerja mingguan tetap negatif, dengan XRP masih turun 2,69%.
Harapan April Membuat Pedagang Tetap Aktif
Beberapa trader tampaknya tetap terlibat karena XRP sebelumnya mencatat kinerja kuat di bulan April. Latar belakang itu mungkin menjelaskan mengapa aktivitas tidak menurun bahkan setelah penyesuaian terbaru. Secara signifikan, peserta pasar tampak enggan mundur seandainya terjadi breakout mendadak, meskipun aksi harga saat ini belum mengonfirmasi kekuatan baru.
Langkah terbaru ini menambah tekanan lebih luas terhadap XRP setelah awal tahun yang lemah. Token ini menutup kuartal pertama 2026 dengan penurunan 27,1%, penurunan kuartalan terbesar sejak 2018. Oleh karena itu, struktur pasar saat ini telah meningkatkan taruhan bagi pemegang yang menginginkan stabilitas harga yang lebih kuat untuk mendukung kepercayaan.
Nada bearish juga telah meluas di luar grafik dolar XRP dalam sesi-sesi terakhir. Tinjauan teknis terbaru terhadap XRP terhadap Bitcoin menunjukkan risiko penurunan lebih dalam jika tekanan di seluruh pasar kripto berlanjut. Para analis kini melihat kemungkinan penurunan 41% terhadap Bitcoin, yang menambah lapisan kehati-hatian lebih lanjut terhadap prospek jangka pendek token tersebut.

