- ETF XRP menarik $2,62 juta, menandai arus masuk mingguan terlemah baru-baru ini.
- Dana XRP unggul atas bitcoin dan ethereum meskipun terjadi arus keluar yang lebih luas.
- Minat institusional tetap ada saat XRP menguji kembali $1 di tengah volatilitas.
Permintaan institusional terhadap produk investasi XRP melambat signifikan minggu lalu, karena ETF XRP hanya mencatat aliran bersih sebesar $2,62 juta, total mingguan terendah sejak awal Mei. Data terbaru dari SosoValue menunjukkan bahwa dana yang berfokus pada XRP tetap berada di wilayah positif meskipun tekanan meningkat di seluruh pasar mata uang kripto. Namun, laju modal yang masuk ke produk-produk ini menurun signifikan dibandingkan minggu-minggu sebelumnya, menunjukkan bahwa investor menjadi lebih selektif di tengah meningkatnya volatilitas.
Selama minggu ini, ETF XRP juga mencatat arus keluar harian pertama mereka sejak 4 Mei. Meskipun penarikan tersebut terbatas, hal ini mengakhiri rangkaian arus masuk konsisten yang telah membantu dana-dana tersebut menjadi salah satu produk investasi kripto dengan kinerja terbaik dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun terjadi perlambatan, ETF XRP tetap unggul dibandingkan produk pesaing yang terkait dengan bitcoin dan ethereum. Kedua aset tersebut mencatat arus keluar mingguan yang signifikan, memungkinkan dana XRP mempertahankan kekuatan relatifnya meskipun menarik sejumlah modal baru yang modest.
Akibatnya, aliran bersih kumulatif ke ETF XRP naik menjadi sekitar $1,43 miliar. Angka tersebut menunjukkan tingkat partisipasi institusional yang telah berkembang di sekitar produk XRP sepanjang 2026.
Juga Baca: CEO BlackRock Melempar Bom: Tokenisasi Akan Mengubah Keuangan dengan Cepat
Kelemahan harga XRP menguji keyakinan institusional
Perlambatan arus masuk ETF berbarengan dengan tekanan jual yang kembali muncul di pasar XRP. Mata uang kripto ini telah kembali ke level yang tidak terlihat sejak 2024, menghapus sebagian besar keuntungan yang diraih lebih awal tahun ini. Selain itu, kelemahan pasar yang lebih luas telah memberikan tekanan berat pada aset digital. Para investor telah mengurangi eksposur risiko di beberapa sektor, yang menyebabkan peningkatan volatilitas dan kinerja harga yang lebih lemah untuk mata uang kripto utama.
Dalam konteks itu, kemampuan XRP untuk terus menarik modal tetap patut diperhatikan. Meskipun arus masuk telah melemah, investor institusional belum sepenuhnya meninggalkan aset ini meskipun terjadi penurunan yang berkelanjutan. Selain itu, data arus ETF sering kali menjadi indikator sentimen investor jangka panjang. Arus masuk yang kuat umumnya mencerminkan kepercayaan terhadap kinerja masa depan, sementara arus masuk yang melambat dapat menandakan kehati-hatian daripada sikap bearish sepenuhnya.
Angka terbaru menunjukkan bahwa institusi sedang meninjau ulang kondisi pasar sambil tetap mempertahankan eksposur terhadap XRP. Akibatnya, aset ini terus mempertahankan keunggulan dibanding produk investasi kripto lainnya, meskipun permintaan secara keseluruhan melambat. Sementara itu, kembalinya XRP menuju level $1 telah meningkatkan perhatian terhadap arus dana masa depan. Banyak analis memandang permintaan ETF yang berkelanjutan sebagai faktor penting yang dapat membantu menstabilkan harga setelah kondisi pasar secara luas membaik.
Kesimpulan
ETF XRP mencatat aliran mingguan terlemah sejak awal Mei, menarik hanya $2,62 juta modal baru. Namun, dana-dana tersebut tetap mempertahankan aliran positif dan memperpanjang investasi bersih kumulatif menjadi $1,43 miliar, menunjukkan bahwa minat institusional tetap ada meskipun terjadi volatilitas pasar dan tekanan terhadap harga XRP.
Juga Baca: Dompet yang Terkait dengan Joseph Lubin Memindahkan $121,6 Juta dalam ETH Setelah Bertahun-tahun
Pos XRP ETF Inflows Slow to Weekly Low Despite Holding Lead Over Bitcoin muncul pertama kali di 36Crypto.



