Menurut TechFlow, harga saham Xpeng telah naik tiga kali lipat tahun ini, dengan analis JPMorgan memperkirakan perusahaan tersebut bisa menjadi 'Tesla dari China.' Laporan tersebut menyoroti adopsi cepat Xpeng terhadap peta jalan teknis Tesla, termasuk pengembangan chip sendiri, algoritma, serta investasi dalam robotaxi dan robot humanoid IRON. Analis Nick Lai menaikkan target harga saham Xpeng menjadi $50 / HKD 195, hampir dua kali lipat, dan memperkirakan lonjakan besar harga saham antara tahun 2026 dan 2027. Xpeng berencana untuk meluncurkan tiga model robotaxi dan memproduksi massal IRON pada tahun 2026, dengan JPMorgan memandang inisiatif AI ini sebagai faktor utama dalam perubahan valuasi perusahaan. Namun, laporan tersebut juga mencatat tantangan seperti tingginya biaya R&D, peluncuran tepat waktu teknologi mengemudi otonom Level 4, dan pengurangan biaya robot humanoid. Analis BiyaPay menyarankan bahwa strategi AI Xpeng memiliki potensi jangka panjang, meskipun kinerja sahamnya akan bergantung pada kemajuan teknis dan jadwal penyampaian.
Saham Xpeng Melonjak 3x Tahun Ini, JPMorgan Prediksi Potensi sebagai 'Tesla dari China'
TechFlowBagikan






Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.