ChainCatcher melaporkan, Chief Product Officer Western Digital, Ahmed Shihab, menulis bahwa kunci persaingan penyimpanan AI bukanlah semata-mata mengejar media tercepat, tetapi kemampuan untuk secara berkelanjutan memperluas kapasitas dengan biaya yang terjangkau. Ia berpendapat bahwa banyak arsitektur berjalan normal di tahap awal, tetapi ketika skala data tumbuh dari beberapa PB menjadi ratusan PB atau bahkan EB, masalah dapat muncul akibat biaya yang tidak terkendali. Flash cocok untuk skenario berkinerja tinggi dan latensi rendah seperti bobot model, GPU overflow, KV cache, dan konteks sesi; sementara HDD lebih cocok untuk data berskala besar dan penyimpanan jangka panjang yang sensitif terhadap biaya, seperti korpus pelatihan, log, checkpoint, rekam kompliansi, data sintetis, dan output inferensi. Ia menyimpulkan: "Flash menangani saat ini, HDD menangani seluruh siklus hidup." Dalam skala AI, biaya penyimpanan itu sendiri akan menjadi masalah arsitektur. Menyimpan volume besar data secara jangka panjang di media berkinerja tinggi akan membebani anggaran untuk komputasi, jaringan, listrik, dan sumber daya manusia. Untuk banyak beban penyimpanan massal, masalahnya bukan apakah flash mampu menyimpan data, tetapi apakah pelanggan mampu menanggung biaya penuh penggunaan flash dalam jangka panjang. Penyimpanan AI masa depan tidak akan didominasi oleh satu teknologi tunggal, tetapi harus dirancang secara berlapis berdasarkan kinerja, biaya, konsumsi daya, kepadatan, keandalan, dan siklus hidup data. Ia menekankan bahwa ini bukan persaingan antara flash dan HDD, melainkan kebutuhan untuk memilih media yang tepat sesuai beban kerja sejak awal; jika tidak, arsitektur dapat mengganggu keberlanjutan bisnis saat skalanya meningkat.
CPO Western Digital: Flash untuk Saat Ini, HDD untuk Penyimpanan AI Jangka Panjang
ChaincatcherBagikan
CPO Western Digital, Ahmed Shihab, mengatakan persaingan penyimpanan AI berfokus pada kapasitas yang dapat diskalakan dan hemat biaya, bukan hanya kecepatan. Flash cocok untuk kebutuhan performa tinggi seperti bobot model dan overflow GPU, sementara HDD menangani data berskala besar dan jangka panjang. Ia mencatat bahwa biaya penyimpanan akan menjadi isu arsitektural utama seiring pertumbuhan AI. Dalam berita AI + kripto, penyimpanan berlapis berdasarkan performa dan siklus hidup data adalah masa depan. Berita aset digital menunjukkan strategi penyimpanan berkembang seiring permintaan AI.
Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.