- Corposlop memanfaatkan perhatian dan data, mengikis nilai pengguna; Vitalik mendorong menolaknya demi web yang berdaulat dan didorong privasi.
- Alat web berdaulat seperti aplikasi berbasis lokal, DAO, dan umpan yang dikontrol pengguna memberdayakan otonomi dan kedaulatan digital.
- Perubahan teknologi global membutuhkan kedaulatan energi, mineral, dan AI; keterampilan praktis dan komunitas lokal akan menentukan kembali nilai.
Lanskap digital sedang memasuki era yang krusial, dan pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mendorong pengguna untuk menolak "corposlop" dan beralih ke web yang berdaulat. Dalam sebuah postingan terbaru di X, Vitalik menekankan perpecahan yang semakin melebar antara platform-platform yang dikuasai perusahaan dan ekosistem mandiri yang memberdayakan pengguna.
Dia ditekankan bahwa memahami pemisahan ini sangat penting untuk masa depan kebebasan online dan privasi digital. Menurut Vitalik, para maximalis Bitcoin mengenali sejak awal kebutuhan untuk menjaga kemerdekaan jaringan keuangan.
Namun, banyak yang mencoba ini melalui langkah-langkah pembatas, yang secara tidak sengaja membatasi inovasi. Vitalik menjelaskan, "Corposlop mencakup hal-hal seperti media sosial yang memaksimalkan dopamin, kemarahan, metode lain dari keterlibatan jangka pendek dengan mengorbankan nilai dan pemenuhan jangka panjang."
Selain konten yang adiktif, corposlop melibatkan pengumpulan data massal, platform monopoli, dan tren budaya yang homogen. Selain itu, seringkali menyamarai motif yang didorong keuntungan di balik wajah tanggung jawab sosial, mengikis nilai sejati bagi pengguna.
Vitalik membandingkan ini dengan Apple, memuji fokus privasinya dan visi menetapkan tren, sambil menyesali praktik monopoli. "Manusia harus hidup untuk sesuatu yang lebih tinggi daripada kapitalisasi pasar," katanya, mendorong perusahaan untuk mengadopsi strategi open-source terlebih dahulu.
Kenaikan Web Kedaulatan
Web berdaulat, menurut Vitalik, memberdayakan individu melalui privasi dan kontrol. Ia menyarankan alat seperti aplikasi berbasis lokal, aliran media sosial yang dikontrol pengguna, dan produk keuangan yang mencegah spekulasi berisiko.
Selain itu, DAO dapat memberikan tata kelola otonom bagi komunitas tanpa terjadinya penguasaan oleh pemegang token. Akibatnya, pengguna dapat melindungi kedua privasi digital dan otonomi pribadi.
Vitalik menekankan, "Jadilah berdaulat. Tolak corposlop. Percayalah pada sesuatu." Visinya sejalan erat dengan prediksi terbaru oleh Tom Kruise, yang memproyeksikan internet yang terpecah menjadi open web, fortress web, dan sovereign web.
Perubahan Teknologi Global dan Tren Kedaulatan
Kruise membayangkan sebuah masa depan di mana kedaulatan energi, sumber daya, dan komputer menjadi faktor besar dalam geopolitik. Negara-negara dan bisnis berada dalam persaingan untuk dominasi domestik di bidang energi, mineral, dan kecerdasan buatan.
Alasan-alasan ini menciptakan lingkungan yang sangat intens untuk kemandirian dalam teknologi. Kruise menekankan bahwa keterampilan 'keras' dalam tenaga kerja, keamanan siber, dan keterampilan manusia berkualitas tinggi akan mengungguli konten yang 'dipoles', bahkan jika konten ini dibuat oleh kecerdasan buatan.
Akibatnya, micro-schools, magang, dan pembelajaran boutique akan menggantikan universitas tradisional. Selain itu, komunitas lokal dan lingkungan fisik akan mengorganisir diri sendiri berdasarkan nilai-nilai bersama daripada hanya berdasarkan kedekatan saja.
Menuju Masa Depan Pasca-Korporat
Kebijaksanaan yang muncul dari Vitalik dan Kruise adalah indikasi awal dari apa yang kemungkinan besar akan dihadapi dalam dekade berikutnya – sebuah dekade kedaulatan digital dan fisik. Kebutuhan akan alternatif yang mengutamakan privasi, pengambilan keputusan terdesentralisasidan perlawanan terhadap budaya korporat yang homogen adalah satu-satunya cara bagi individu dan organisasi untuk maju. Dalam era baru dunia virtual dan nyata yang konvergen, menolak fenomena corposlop adalah hal yang sangat penting.

