Menteri Keuangan Scott Bessent mendorong perluasan fasilitas Federal Reserve yang kurang dikenal yang memungkinkan bank sentral asing menukar Surat Utang AS dengan dolar. Tujuannya: memberikan saluran pelepas tekanan bagi Yen Jepang yang anjlok tanpa memaksa Tokyo menjual obligasi pemerintah Amerika di pasar terbuka.
Krisis yen dan intervensi terkoordinasi
Yen Jepang telah terus melemah menuju level yang tidak terlihat dalam sekitar 40 tahun, dan Bessent sendiri menggambarkannya sebagai “sangat diremehkan.”
Pada akhir Juli 2026, AS melaksanakan intervensi pembelian yen pertamanya sejak 2011, yang dikoordinasikan langsung dengan pejabat Jepang. Tindakan ini dilaporkan melibatkan Departemen Keuangan AS yang membeli yen Jepang melalui Fed New York, sambil menjual euro dalam prosesnya.
Catatan Bessent yang difoto di Camp David pada 31 Juli mencantumkan item berupa “Beli Yen Jepang (JPY) $5-10 miliar.”
Apa yang sebenarnya dilakukan fasilitas FIMA
Fasilitas Repo Otoritas Moneter Asing dan Internasional Federal Reserve (FIMA) lahir selama kepanikan pandemi 2020 dan dijadikan permanen pada 2021. Fasilitas ini memungkinkan bank sentral asing untuk sementara menyerahkan kepemilikan Treasury AS mereka kepada Fed dan mendapatkan kembali dolar. Fasilitas ini biasanya memungkinkan hingga $60 miliar per institusi. Bessent ingin batas atas ini dinaikkan.
“Kita harus mendorongnya untuk diperbesar dalam bulan-bulan mendatang,” kata Bessent pada 2 Agustus 2026.
Ketika sebuah negara seperti Jepang membutuhkan dolar untuk mempertahankan mata uangnya, langkah tradisional adalah menjual obligasi pemerintah AS di pasar terbuka. Itu akan membanjiri pasar dengan pasokan, menekan harga obligasi turun, dan mendorong imbal hasil naik. Fasilitas FIMA memutus rantai itu: Jepang mendapatkan dolarnya, sementara pasar obligasi AS tetap tenang.
Mengapa investor kripto dan makro harus peduli
Pembalikan carry trade yen pada Juli 2024 memberikan gambaran awal kekacauan pembalikan carry trade, sementara bitcoin sempat ditarik di bawah $50K karena posisi berisiko di berbagai kelas aset meledak secara bersamaan. Upaya Bessent untuk mengelola volatilitas yen melalui fasilitas FIMA dan intervensi langsung sebagian merupakan upaya untuk mencegah terulangnya skenario tersebut dalam skala yang lebih besar.
Untuk investor kripto secara khusus, variabel utama yang perlu dipantau adalah apakah ekspansi FIMA benar-benar terwujud dan seberapa agresif Jepang menggunakannya. Jika batas $60 miliar per institusi fasilitas ini secara signifikan dinaikkan, hal itu akan mewakili perubahan struktural dalam distribusi likuiditas dolar secara global.

