Departemen Kehakiman AS dan FBI mengumumkan penyitaan dua platform peretasan yang terkait dengan kelompok siber yang didukung negara Tiongkok yang diduga menyerang beberapa lembaga paling sensitif di negara tersebut, termasuk Federal Reserve.
Platform-platform tersebut, yang dikenal sebagai QScan dan QTRouter, dikaitkan dengan sekelompok yang disebut QTFY, yang dihubungkan oleh pemerintah AS dengan Perusahaan Teknologi Jaringan Nanjing Xinjiuwei. Alat-alat tersebut dilaporkan memungkinkan peretas untuk menyembunyikan asal-usul mereka saat menyerang target di seluruh pemerintah federal dan sektor infrastruktur kritis.
Apa yang dilanggar dan bagaimana cara kerjanya
Daftar korban yang dinamai mencakup Federal Reserve, NASA, Departemen Kehakiman, Departemen Energi, Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia, Institut Kesehatan Nasional, dan Senat AS. Target yang terdampak juga mencakup sektor infrastruktur kritis termasuk penyedia telekomunikasi, rumah sakit, dan lembaga keuangan.
QScan dan QTRouter berfungsi sebagai alat obfuskasi, memungkinkan penyerang mengarahkan intrusi mereka melalui lapisan-lapisan penyesatan sehingga melacak sumbernya menjadi jauh lebih sulit.
Penyitaan platform-platform ini pada 26 Agustus merupakan bagian dari kampanye AS yang lebih luas dan sedang berlangsung melawan operasi siber yang didukung PRC.
Sudut pandang Federal Reserve
Pemasukan Federal Reserve ke dalam daftar korban patut diperhatikan mengingat sebelumnya telah terdokumentasi adanya penargetan terhadap lembaga ini. Laporan tahun 2022 dari Komite Keamanan Domestik Senat mengungkapkan upaya rekrutmen Tiongkok yang berkelanjutan terhadap personel Federal Reserve, dikenal sebagai ‘P-Network.’ Pada Januari 2025, seorang penasihat senior di Federal Reserve didakwa atas tuduhan terkait spionase ekonomi, yang menegaskan kedalaman kolaborasi antara individu dan aktor negara Tiongkok.
Rincian tetap terbatas mengenai sejauh mana pelanggaran tersebut, terutama terkait data kebijakan sensitif dari Federal Reserve.
Gambaran lebih besar mengenai operasi siber PRC
Yang membuat kasus ini patut diperhatikan adalah luasnya daftar target dan spesifisitas atribusi. Menyebut Perusahaan Teknologi Jaringan Nanjing Xinjiuwei dan kelompok QTFY menandakan bahwa intelijen AS memiliki cukup kepercayaan terhadap buktinya untuk mengumumkannya secara publik.
Penyitaan QScan dan QTRouter mengganggu perangkat operasional yang tersedia bagi kelompok tersebut, setidaknya sementara waktu. Aktor siber dapat membangun kembali, tetapi kehilangan infrastruktur yang sudah mapan memaksa mereka untuk memulai dari awal, yang menyebabkan penundaan dan potensi eksposur selama periode rekonstruksi.
