Menurut laporan BlockBeats, pada 13 Januari, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengumumkan rencana untuk mengintegrasikan sistem kecerdasan buatan Grok yang dikembangkan perusahaan xAI secara menyeluruh ke dalam jaringan Departemen Pertahanan (Pentagon) pada akhir bulan ini. Sistem ini akan digunakan oleh sekitar 3 juta personel militer dan sipil. Alat ini akan ditempatkan bersama sistem Gemini dari Google di platform GenAI.mil pada tingkat keamanan tertinggi (Impact Level 5), memberikan dukungan intelijen dinamis untuk operasi dan perencanaan militer dengan menangkap data secara real-time dari platform X.
Hegseth menyebut langkah ini akan menciptakan "keunggulan yang menentukan", yang merupakan bagian penting dari strateginya untuk mendorong penerapan cepat kecerdasan buatan di sistem pertahanan tanpa batasan ideologi. Namun, para kritikus mengemukakan pertanyaan atas risiko seperti kesalahan sistem, bias algoritma, serta pengaruh potensial Musk terhadap keputusan pertahanan.
