Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio duduk bersama Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada 22 Juli di Manila, Filipina, untuk mempersiapkan dasar kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Amerika Serikat pada September. Pembicaraan yang diadakan di sela-sela pertemuan menteri luar negeri ASEAN tersebut digambarkan oleh Rubio sebagai konstruktif, dengan kedua belah pihak fokus pada penciptaan lingkungan yang mendukung untuk pertemuan puncak.
Apa sebenarnya yang terjadi di Manila
Kedua pejabat tersebut berbicara melalui telepon pada 30 Juni untuk mempertahankan saluran komunikasi yang terbuka, dan sesi tatap muka di Manila ini dirancang untuk membuat kemajuan pada hasil spesifik menjelang kedatangan Xi pada bulan September.
Fokus Rubio tertuju pada memajukan mekanisme perdagangan dan investasi, termasuk kemungkinan dewan perdagangan bilateral dan kerangka ekonomi kolaboratif. Ketegangan AS-Cina mengenai sengketa perdagangan dan isu keamanan Laut Cina Selatan terus berlanjut. Presiden AS Donald Trump telah mengakui pertemuan puncak yang direncanakan sambil terus menangani titik-titik ketegangan dengan Beijing.
Mengapa pasar kripto harus memperhatikan apa yang tidak dikatakan
AS dan Tiongkok adalah dua lingkungan regulasi paling penting untuk kripto di dunia. AS telah berjuang untuk mengklasifikasikan dan mengawasi aset digital melalui serangkaian tindakan SEC, RUU Kongres, dan perintah eksekutif. Tiongkok melarang perdagangan dan penambangan kripto pada 2021, tetapi secara agresif mengejar mata uang digital bank sentralnya, digital yuan.
Ketika kedua negara ini duduk bersama dan kripto tidak masuk dalam agenda, ini menunjukkan bahwa pemerintah kedua negara tidak menganggap kebijakan aset digital sebagai prioritas jangka pendek dalam hubungan bilateral.
Sudut makro yang tidak bisa diabaikan oleh investor
Penekanan Rubio pada pengembangan mekanisme perdagangan dan investasi spesifik sebelum kunjungan Xi menunjukkan bahwa kedua belah pihak menginginkan hasil konkret. Topik terkait cryptocurrency, teknologi blockchain, atau aset digital sama sekali tidak disebutkan dalam diskusi atau pernyataan resmi, menegaskan fokus semata pada diplomasi dan hubungan ekonomi tradisional.
