Imbal Hasil Treasury AS 30 Tahun Mencapai Tertinggi 2007 Amid Inflasi dan Ketidakpastian Fed

iconCryptoBriefing
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Imbal hasil Treasury AS 30 tahun mencapai 5,239% pada 29 Juli, tertinggi sejak 2007. Inflasi yang berkelanjutan, sinyal Fed yang campur aduk, dan penerbitan utang yang lebih tinggi mendorong pergerakan ini. Imbal hasil nyata yang lebih tinggi memberi tekanan pada likuiditas dan pasar kripto, menekan aset berisiko. Peluang kenaikan suku bunga pada September kini berada di 65,2%. Indikator CFT tetap menjadi perhatian karena regulator memantau arus modal.

Imbal hasil Treasury AS 30 tahun naik ke 5,239% pada 29 Juli, mencatat level tertinggi sejak 2007.

Pergerakan ini penting untuk setiap aspek pasar keuangan, dari saham hingga kripto. Ketika investasi paling aman di dunia mulai memberikan imbal hasil di atas 5%, perhitungan untuk memegang aset yang lebih berisiko berubah dengan cepat.

Apa yang mendorong lonjakan imbal hasil

Tiga kekuatan sedang berkumpul untuk mendorong suku bunga jangka panjang lebih tinggi. Pertama, inflasi tetap persisten. Harga minyak telah menembus $92 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang menambah tekanan harga yang sedang berusaha diredam oleh Federal Reserve.

Kedua, Fed sendiri mengirimkan sinyal yang bertentangan. Bank sentral mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan Juli, tetapi keputusan itu tidak bulat. Tiga pembuat kebijakan bersuara tidak setuju, mendorong kenaikan lebih lanjut.

Iklan

Menurut CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September melonjak menjadi 65,2%.

Ketiga, ada perhitungan sederhana tentang penawaran dan permintaan. Pemerintah AS terus menerbitkan utang dalam jumlah besar, dan pembeli meminta kompensasi lebih tinggi untuk memegangnya.

Pendapatan menampilkan layar terbagi

Hasilnya adalah kisah dua raksasa teknologi. Saham Microsoft melonjak 7,97% dalam perdagangan pra-buka setelah perusahaan menyampaikan proyeksi arus kas yang optimis hingga tahun fiskal 2027. Meta Platforms menyampaikan cerita sebaliknya. Sahamnya anjlok 8,47% karena investor menjadi cemas terhadap investasi infrastruktur AI besar-besaran perusahaan.

Futures yang lebih luas mencerminkan optimisme yang hati-hati. Nasdaq 100 naik tipis 0,41%, sementara S&P 500 meningkat 0,24%.

Secara global, gambarannya juga campur aduk. Indeks KOSPI Korea Selatan turun 1,23% untuk sesi ketiga berturut-turut, sementara futures STOXX 600 menunjukkan kenaikan moderat saat pasar Eropa dibuka.

Mengapa investor kripto harus peduli

Ketika obligasi pemerintah menawarkan imbal hasil di atas 5%, modal cenderung secara alami mengalir menuju keamanan. Peningkatan imbal hasil riil cenderung meredam valuasi aset spekulatif karena menaikkan standar yang harus dicapai oleh aset-aset tersebut.

Tiga pejabat Fed yang bersuara berbeda menambahkan lapisan ketidakpastian lain. Jika bank sentral kembali menaikkan suku bunga pada September, seperti yang diharapkan pasar dengan probabilitas 65,2%, tekanan pada aset berisiko bisa meningkat.

Perbedaan laba Microsoft dan Meta juga membawa implikasi terhadap narasi AI yang terkait dengan kripto. Pasar semakin membedakan antara investasi AI yang menunjukkan pengembalian jangka pendek dan yang memerlukan kepercayaan tanpa bukti, dan proyek crypto-AI sebagian besar termasuk dalam kategori kedua.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.