Kapasitas Pusat Data AI Ulanqab Melebihi 12,5 GW pada 2026

icon币界网
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Ulanqab di Inner Mongolia ditetapkan menjadi pusat AI utama pada 2026, dengan komitmen kapasitas pusat data melebihi 12,5 GW. Ekspansi ini didorong oleh berita AI + kripto, karena perusahaan mencari energi murah dan ramah lingkungan serta kedekatan dengan Beijing. Data inflasi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi investasi—suhu tahunan Ulanqab sebesar 4,3°C membantu mengurangi biaya pendinginan. Harga listrik berkisar antara 0,33 hingga 0,36 yuan/kWh, dan kapasitas terbarukan melebihi 20 GW. Pada Juni 2026, daya komputasi daring mencapai 165 EFLOPS, naik dari 800 MW yang digunakan pada 2025. Sementara itu, pusat data kini mengonsumsi 7% listrik kota. Proyek-proyek seperti “Stellar Base” 2 GW milik Envision mendorong koneksi daya hijau langsung. Namun, tekanan pada jaringan dan penyimpanan energi tetap menjadi tantangan, menunda peluncuran skala penuh hingga setelah 2028.
Berita CoinWorld:

Inner Mongolia Wulanchabu sedang menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat dalam ekspansi pusat data AI. Laporan tersebut mengutip data Goldman Sachs yang menyatakan bahwa hingga Juni 2026, wilayah tersebut telah menerima komitmen kapasitas sebesar 12,5 GW dari operator pusat data, perusahaan internet, dan perusahaan AI, meningkat signifikan dari 3,3 GW pada Juli 2025.

Latensi rendah dan tarif listrik murah menarik agregasi daya komputasi

Di balik ekspansi ini, kondisi intinya adalah lokasi dekat Beijing, tarif listrik yang lebih rendah, dan proporsi pasokan listrik hijau yang lebih tinggi. Ulanqab berjarak sekitar 240 km dari Beijing, dengan latensi serat optik bolak-balik sekitar 4,2 milidetik, mampu menampung permintaan komputasi dari wilayah Jing-Jin-Ji.

Sementara itu, kapasitas pemasangan energi terbarukan lokal telah melebihi 20 GW, dengan proporsi listrik hijau yang tinggi, dan tarif listrik akhir pusat data berkisar antara 0,33 hingga 0,36 yuan per kWh, lebih rendah daripada sebagian besar wilayah Jingjinji. Suhu rata-rata tahunan sekitar 4,3℃ juga memungkinkan pemanfaatan sumber pendingin alami sebagian besar waktu, sehingga menurunkan biaya pendinginan.

Penggunaan listrik dan daya komputasi meningkat secara sejalan

Data sisi permintaan juga menunjukkan kecepatan ekspansi. Pada tahun 2025, kapasitas yang dimanfaatkan di pusat data Ulanqab meningkat lebih dari 70% secara tahunan, mencapai sekitar 800 MW; hingga Juni 2026, daya komputasi online mencapai 165 EFLOPS, lebih dari dua kali lipat secara tahunan.

Pada paruh pertama tahun 2026, konsumsi listrik pusat data lokal meningkat 90% secara tahunan menjadi 3,3 TWh, menyumbang 7% dari total konsumsi listrik kota. Ini menunjukkan bahwa proyek-proyek baru tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi juga intensitas operasional pusat data yang sudah ada meningkat.

Pemasokan listrik hijau langsung menjadi fokus utama proyek baru

Berbeda dengan IDC tradisional yang sebagian besar bergantung pada jaringan listrik publik, Ulanqab sedang mendorong model "konektivitas listrik hijau langsung". Sebagian perusahaan memasok listrik langsung ke ruang server melalui pembangunan lapangan angin sendiri, jalur khusus, dan fasilitas penyimpanan energi, untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik publik dan meningkatkan proporsi penggunaan listrik hijau.

Laporan menyebutkan bahwa "Basis Bima Sakti" yang dioperasikan oleh远景科技集团 di Ulanqab memiliki kapasitas terencana 2 GW, dengan tujuan membentuk kemampuan komputasi paralel skala besar. Proyek semacam ini tidak hanya menyediakan ruang server, tetapi juga mengintegrasikan pengembangan energi, penyimpanan energi, dan pusat data secara terpadu untuk mengatasi permintaan listrik yang fluktuatif akibat pelatihan dan inferensi AI.

Pengiriman massal atau setelah tahun 2028

Namun, komitmen kapasitas tidak berarti seluruhnya akan terwujud dalam jangka pendek. Laporan menunjukkan bahwa Tiongkok tidak kekurangan listrik, tetapi wilayah-wilayah tertentu masih perlu mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalur transmisi, gardu listrik, dan penyimpanan energi. Setelah pusat data terkonsentrasi didirikan, beban pada jaringan regional akan meningkat signifikan, yang juga akan memengaruhi kecepatan penyelesaian proyek.

Goldman Sachs memperkirakan kapasitas data center online di Tiongkok akan meningkat dari 28 GW pada 2025 menjadi 53 GW pada 2030. Sebagai perbandingan, kapasitas komitmen 12,5 GW yang saat ini diperoleh Ulanqab setara dengan sekitar tiga kali lipat kapasitas Johor, Malaysia. Namun, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pelepasan kapasitas besar-besaran di lokasi tersebut kemungkinan baru akan terjadi setelah 2028.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.