Uber telah membuka pendaftaran minat untuk kendaraan otonom di aplikasi Inggris, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sedang mempercepat layanan Robotaxi di London bersama perusahaan otonom Inggris, Wayve. Sementara itu, Waymo juga telah memulai pengujian di lokasi tersebut, menjadikan London sebagai kota penting yang diperebutkan oleh perusahaan mobilitas otonom.
Buka pendaftaran minat pengguna terlebih dahulu
Uber pada hari Senin menampilkan Ford Mustang Mach-E dengan sistem otomatisasi Wayve di London, sekaligus meluncurkan fitur pendaftaran minat. Pengguna dapat memilih preferensi kendaraan otomatis di pengaturan akun untuk meningkatkan peluang mendapatkan kendaraan terkait di masa depan.
Uber menyatakan bahwa layanan akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang, tetapi masih menunggu persetujuan regulator. Setelah peluncuran resmi, pengguna yang memesan mobil melalui aplikasi mungkin akan diberikan kendaraan Wayve dengan harga yang sama dengan pesanan yang dikemudikan manusia; jika tidak menerima, pengguna juga dapat memilih pengemudi manusia.

Pada awalnya tetap dilengkapi dengan petugas keamanan manusia
Pada tahap awal operasi, kendaraan otonom Wayve masih akan dilengkapi dengan petugas keselamatan manusia di kursi pengemudi, sebelum secara bertahap beralih ke pengoperasian sepenuhnya tanpa pengemudi. Antarmuka interaksi di dalam kendaraan dirancang oleh Uber, termasuk antarmuka sentuh yang mendukung 64 bahasa.
Ini berarti Uber tidak hanya menyediakan akses pemesanan taksi, tetapi juga berusaha menguasai pengalaman penumpang dan operasi dalam layanan mobilitas otonom, sebagai persiapan untuk memperluas bisnis Robotaxi selanjutnya.
Waymo telah melakukan uji coba di jalan-jalan London.
Di sisi lain, Waymo, anak perusahaan Alphabet, telah mulai menguji mobil otonom di London pada April tahun ini, dengan tetap dilengkapi petugas keselamatan manusia. Saat ini, perusahaan tersebut menguji sekitar 100 mobil Jaguar I-Pace di area seluas sekitar 100 mil persegi di London.
Uber dan Waymo masih bekerja sama di Amerika Serikat, dengan kendaraan Waymo telah terintegrasi ke dalam jaringan layanan Uber di Phoenix, Austin, dan Atlanta. Namun, dalam dua tahun terakhir, Uber juga terus berinvestasi di sejumlah perusahaan otomatisasi kendaraan, termasuk Wayve. Wayve baru saja menyelesaikan pendanaan senilai 1,2 miliar dolar AS pada Februari tahun ini, dan Uber berpotensi menambah investasi sebesar 300 juta dolar AS jika peluncuran di London berjalan lancar.
Aturan Inggris belum final
Faktor utama yang saat ini membatasi peluncuran resmi Robotaxi di London masih merupakan kemajuan regulasi otomatisasi berkendara di Inggris. Departemen Transportasi Inggris telah membuka pendaftaran proyek uji coba otomatisasi berkendara pada Mei dan menyatakan akan mempercepat penyusunan aturan selanjutnya berdasarkan hasil uji coba.
Ini berarti bahwa meskipun beberapa perusahaan sedang mempercepat peluncuran, kapan Robotaxi memasuki operasi komersial yang lebih luas di London masih bergantung pada persetujuan regulator Inggris dan kemajuan uji coba.
