Pesan BlockBeats, 24 Juli, dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan konflik geopoltik, imbal hasil obligasi pemerintah AS baru-baru ini meningkat signifikan. Imbal hasil obligasi 10 tahun naik menjadi sekitar 4,69%, menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025, serta level yang jarang terjadi setelah masa jabatan kedua Trump.
Sebelumnya, dalam konflik perdagangan atau peristiwa geopolitik, Trump sering berhenti tepat di tepi jurang ketika imbal hasil melonjak, dengan melemahkan kebijakan melalui perpanjangan, pengecualian, dan cara-cara lain untuk menenangkan pasar. Pasar menyebut pola ini sebagai "TACO" (Trump Always Chickens Out, Trump Selalu Mundur di Menit Terakhir).
Namun, apakah Trump akan mengulangi TACO kali ini masih perlu ditunggu.
Di satu sisi, Kantor Perwakilan Perdagangan AS (USTR) mengumumkan pada tanggal 23 Juli waktu setempat bahwa akan memberlakukan tarif sebesar 10%–12,5% terhadap 60 ekonomi. Di sisi lain, penyebab utama kenaikan imbal hasil saat ini adalah konflik geopoltik; bahkan jika Trump bersedia membuat konsesi, pihak Iran yang keras kemungkinan besar tidak akan menerimanya. Selain itu, menjelang pemilu tengah masa jabatan, Trump perlu mempertahankan citra kuat dalam urusan luar negeri untuk menunjukkan sikap "pemenang" di hadapan pemilih domestik. Oleh karena itu, ia sudah sulit mengambil inisiatif dalam isu Iran, dan ruang gerak TACO juga dibatasi oleh situasi pemilu domestik.
Dengan demikian, dalam konteks tekanan internal dan eksternal, bagaimana Trump akan menyesuaikan kebijakannya patut terus dipantau di masa mendatang.

