Volatilitas Pasar Surat Utang AS Meningkat Seiring Imbal Hasil Jangka Panjang Mencapai Tertinggi Beberapa Tahun

iconKuCoinFlash
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Indikator volatilitas pasar obligasi AS melonjak seiring kenaikan imbal hasil jangka panjang ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Imbal hasil 30 tahun mencapai level terakhir terlihat pada 2007, sementara imbal hasil 10 tahun menembus rentang dua tahunnya pada akhir Juli. Kekhawatiran investasi jangka panjang yang meningkat terlihat ketika trader membeli opsi put pada ETF obligasi untuk melindungi risiko. Para analis mengaitkan langkah ini dengan ketidakpastian kebijakan Fed dan kekhawatiran inflasi. Pasar memperhatikan data tenaga kerja mendatang dan rencana pembiayaan obligasi untuk petunjuk mengenai jalur suku bunga dan dampak aset.

Pesan BlockBeats, 4 Agustus, pasar obligasi AS baru-baru ini melepaskan sinyal ketegangan. Pasar obligasi senilai sekitar 30 triliun dolar AS menunjukkan tanda-tanda kenaikan cepat imbal hasil jangka panjang dan peningkatan volatilitas, dengan kekhawatiran bahwa tekanan di pasar obligasi dapat menyebar lebih lanjut ke aset berisiko seperti saham.


Data menunjukkan bahwa pada minggu terakhir Juli, imbal hasil obligasi jangka panjang AS meningkat pesat, dengan imbal hasil obligasi 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, dan imbal hasil obligasi 10 tahun juga menembus kisaran perdagangan selama dua tahun terakhir.


Pasar percaya bahwa kenaikan imbal hasil mencerminkan para investor yang sedang mengevaluasi kembali tekad Fed dalam memerangi inflasi. Baru-baru ini muncul perbedaan pendapat di dalam Fed, dengan tiga gubernur bank sentral regional memilih mendukung kenaikan suku bunga, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian jalur suku bunga ke depan.


Seiring meningkatnya volatilitas pasar obligasi, indeks volatilitas obligasi AS, MOVE, naik ke level tertinggi sejak Mei, permintaan opsi jual terkait ETF obligasi jangka panjang AS meningkat signifikan, dan trader sedang memposisikan lindung nilai risiko melalui pasar opsi.


Para analis menunjukkan bahwa imbal hasil obligasi AS yang tetap tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan biaya pembiayaan global dan memberikan tekanan pada valuasi pasar saham. Bob Elliott, Chief Investment Officer di Unlimited Funds, menyatakan bahwa pasar sulit menilai berapa lama pasar saham dapat bertahan pada tingkat suku bunga saat ini.


Selain itu, intervensi bersama antara Amerika Serikat dan Jepang terhadap yen baru-baru ini juga memicu perhatian pasar terhadap stabilitas obligasi AS. Analisis menyatakan bahwa Amerika Serikat ingin membantu Jepang menstabilkan nilai tukar, sekaligus menghindari dampak negatif terhadap pasar obligasi akibat penjualan besar-besaran obligasi AS oleh Jepang.


Pasar masa depan akan memperhatikan rencana pembiayaan Departemen Keuangan AS, data ekonomi, serta laporan ketenagakerjaan non-farm bulan Juli. Trader percaya bahwa masalah inti pasar saat ini adalah apakah The Fed akan terus mempertahankan sikap ketat, dan apakah tekanan suku bunga jangka panjang akan menyebar lebih jauh ke aset berisiko.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.