RUU Kripto Senat AS Memasuki Tahap Kritis dengan 70+ Amandemen

iconKuCoinFlash
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Rancangan undang-undang kripto Senat AS kini memasuki fase krusial dengan lebih dari 70 amandemen yang sedang dalam proses peninjauan. Rancangan regulasi aset digital yang dirilis oleh Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, bertujuan untuk menetapkan peran regulator SEC dan CFTC, menentukan atribut aset digital, serta menerapkan aturan pengungkapan baru. Regulasi imbal hasil stablecoin dan DeFi tetap menjadi topik panas, dengan CEO Coinbase Brian Armstrong mendorong senator untuk mendukung insentif konsumen daripada keuntungan bank. Bentuk akhir dari undang-undang kripto masih belum jelas karena amandemen lintas partai terus mengubah rancangan tersebut.

Odaily Planet Daily News: Dengan mendekatnya sidang komite bank dewan perwakilan rakyat AS, legislasi kripto AS memasuki "tahap akhir". Saat ini, rancangan undang-undang tersebut telah mengalami lebih dari 70 amandemen, sementara perbedaan pendapat mengenai pengawasan keuntungan stablecoin dan DeFi semakin memanas, dengan seluruh pihak termasuk industri kripto, kelompok lobi bank, dan organisasi perlindungan konsumen ikut terlibat.

Dewan Perwakilan Rakyat akan merevisi dan memungut suara atas rancangan undang-undang pada hari Kamis. RUU ini bertujuan untuk memperjelas batas regulasi antara Komisi Sekuritas Amerika Serikat (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi Amerika Serikat (CFTC), memperjelas sifat aset digital, serta memperkenalkan persyaratan pengungkapan yang baru.

Pada hari Senin, Ketua Komite Tim Scott mengumumkan teks rancangan undang-undang sepanjang 278 halaman, yang segera diikuti oleh sejumlah besar usulan perubahan dari anggota Partai Republik dan Demokrat. Beberapa di antara usulan tersebut mencakup pemberian wewenang kepada Departemen Keuangan untuk memberlakukan sanksi terhadap "lapisan aplikasi terdistribusi", sementara perubahan lainnya berfokus pada masalah keuntungan stablecoin, yang menjadi titik kontroversi terbesar saat ini.

CEO Coinbase Brian Armstrong mengatakan bahwa inisiatif Stand With Crypto yang dia luncurkan akan menilai pemungutan suara revisi pada hari Kamis, menyebut bahwa hal ini akan menguji apakah senator berdiri "di pihak keuntungan bank atau di pihak insentif konsumen." Para ahli di industri ini menunjukkan bahwa meskipun RUU ini masih memiliki momentum, arah akhirnya tetap sangat tidak pasti.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.