Regulator AS Menyetujui Sekuritas Ter-tokenisasi untuk Perlakuan Modal Bank

iconCryptofrontnews
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Regulator AS telah menangani perdebatan tentang efek versus komoditas dengan mengeluarkan panduan yang memungkinkan bank memperlakukan efek tertokenisasi sama dengan efek tradisional di bawah aturan modal. Fed, FDIC, dan OCC mengonfirmasi tidak diperlukan perlakuan modal terpisah, terlepas dari sistem blockchain yang digunakan. Kejelasan ini membantu bank memegang aset tertokenisasi tanpa biaya modal tambahan. Ekuitas publik tertokenisasi kini mencapai $1,1 miliar, sementara aset dunia nyata mencapai $26 miliar. Perusahaan besar seperti BlackRock beralih ke treasury tertokenisasi, dan platform seperti Robinhood dan Kraken memperluas akses ke saham tertokenisasi di Eropa. Keputusan ini juga membuka pertanyaan baru tentang bagaimana pajak keuntungan modal dapat diterapkan pada instrumen baru ini.
  • Regulator AS mengonfirmasi bahwa bank dapat memperlakukan sekuritas tertokenisasi seperti sekuritas tradisional, memberikan aturan yang lebih jelas bagi institusi untuk mengadopsi aset blockchain.
  • Ekuitas publik yang ditokenisasi mencapai sekitar $1,1 miliar, sementara pasar RWA yang ditokenisasi secara lebih luas telah tumbuh hingga hampir $26 miliar.
  • Aturan netral teknologi berarti infrastruktur blockchain tidak akan mengubah persyaratan modal bagi bank yang memegang sekuritas yang ditokenisasi.

Regulator federal telah mengeluarkan panduan jelas mengenai sekuritas ter-tokenisasi, menandakan perubahan besar dalam cara bank mengelola aset-aset ini. Federal Reserve, FDIC, dan OCC secara bersama-sama menjelaskan bahwa sekuritas ter-tokenisasi harus menerima perlakuan modal yang sama dengan sekuritas tradisional di bawah aturan modal perbankan yang ada.

Panduan ini menjamin bahwa bank dapat mengintegrasikan aset berbasis blockchain tanpa menghadapi persyaratan modal yang lebih ketat. Oleh karena itu, bank sekarang memiliki kejelasan regulasi untuk memegang aset-aset ini sambil tetap mempertahankan praktik manajemen risiko yang sehat.

Panduan ini muncul di tengah meningkatnya minat terhadap sekuritas tertokenisasi. Sering disebut “tertokenisasi” ketika hak kepemilikan direpresentasikan melalui teknologi buku besar terdistribusi, aset-aset ini sekarang termasuk dalam aturan modal yang sama dengan rekan-rekan mereka yang tidak tertokenisasi.

Akibatnya, bank dapat dengan percaya diri memegang sekuritas yang ditokenisasi tanpa khawatir tentang perlakuan yang berbeda. Selain itu, regulator menekankan sifat netral teknologi dari aturan modal. Baik token beroperasi dalam sistem yang diizinkan atau tanpa izin, perlakuan modal tetap konsisten, bahkan meluas hingga ke derivatif berbasis sekuritas yang ditokenisasi.

Adopsi yang Terus Tumbuh dan Dampak Pasar

Sekuritas tertokenisasi telah tumbuh pesat, mencapai perkiraan $1,1 miliar dalam ekuitas publik, menurut RWA.xyz. Selain itu, total pasar aset dunia nyata yang tertokenisasi (RWA) berada di sekitar $26 miliar. Namun, hanya beberapa perusahaan yang mengeluarkan token saham eksperimental langsung di blockchain.

Sebagian besar sekuritas tertokenisasi dibuat oleh pihak ketiga menggunakan saham perusahaan publik terkenal. Pemain besar seperti Franklin Templeton dan BlackRock telah bahkan mengtokenisasi produk treasury, menunjukkan bahwa institusi besar mulai merangkul tren ini.

Perusahaan kripto juga ikut memanfaatkan peluang ini. Robinhood, Kraken, dan Gemini telah meluncurkan saham tertokenisasi di Eropa, memberikan akses yang lebih mudah bagi lebih banyak investor terhadap aset digital ini. Seperti yang dikatakan pakar kripto Ash Crypto, “Klarifikasi baru ini pada dasarnya berarti bank kini secara resmi telah disetujui untuk memegang aset-aset ini.”

Konsistensi Regulasi dan Prospek Masa Depan

SEC telah jelas dalam niat mereka bahwa sekuritas yang ditokenisasi akan diperlakukan sama dengan sekuritas biasa. Ini berarti semua aturan dan regulasi yang mengatur investasi biasa juga berlaku untuk aset digital yang termasuk dalam kategori ini.

Bank-bank tetap perlu memegang jumlah modal yang tepat untuk memastikan sistem tetap stabil dan likuid. Dengan memperlakukan derivatif dan produk tertokenisasi secara sama, tidak ada ruang bagi orang untuk memanipulasi sistem.

Aturan tersebut juga tidak membuat sistem menjadi lebih rumit, terutama dalam aspek tokenisasi, karena bersifat netral secara teknologi. Ini berarti bahwa bank dan lembaga keuangan lainnya akan dapat mengeksplorasi strategi baru yang melibatkan aset digital sambil tetap dapat mematuhi aturan yang mengatur modal.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.