Menurut laporan BlockBeats, pada tanggal 14 Januari, RIA Novosti melaporkan pada tanggal 14, berdasarkan data dari situs radar penerbangan 24 jam, sebuah pesawat pengintai tanpa awak MQ-4C milik militer AS baru-barang lepas landas dari sebuah pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab, terbang melewati Teluk Persia, terbang sepanjang perbatasan Iran, lalu kembali setelah mencapai Teluk Oman. Selain itu, sebuah pesawat angkut C-130J "Super Hercules" milik militer AS juga lepas landas dari Qatar.
Menurut data dari Polymarket, probabilitas "serangan militer AS terhadap Iran" juga meningkat secara bersamaan, di mana probabilitas serangan sebelum 31 Januari telah meningkat menjadi 70%.
