Odaily Planet Daily melaporkan, PMI manufaktur AS pada Juli naik menjadi 55,6, mencapai level tertinggi sejak 2022, dengan produksi dan ketenagakerjaan keduanya membaik. Namun, permintaan yang kuat dan kekhawatiran inflasi akibat ketegangan geopolitik menyebabkan gejolak di pasar obligasi, dengan Bank Amerika memperingatkan bahwa The Fed sedang menghadapi ujian kredibilitas. Kinerja manufaktur yang hangat dan ancaman inflasi akibat geopolitik membuat pasar obligasi AS mengalami goncangan hebat. Obligasi jangka panjang AS baru-baru ini mengalami penjualan besar-besaran, dengan imbal hasil sempat melonjak ke level tertinggi dalam hampir 20 tahun.
Mark Cabana, Kepala Strategi Suku Bunga AS di Bank of America, menilai bahwa volatilitas tajam di pasar obligasi merupakan "guncangan kredibilitas inflasi yang buku teks".
Kabana menunjukkan bahwa akar utama volatilitas pasar bukanlah data itu sendiri, tetapi kurangnya komunikasi kebijakan dari Federal Reserve. Ia secara khusus menyebut performa Ketua Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers terbaru, menilai bahwa Warsh gagal menjelaskan secara jelas bagaimana Fed akan mencapai target inflasi 2%.
“Mempertahankan target inflasi adalah satu hal, tetapi jika Anda tidak memberi tahu pasar jalur spesifiknya, investor tidak akan percaya.” tegas Kaban dalam wawancara dengan Bloomberg TV, “Pasar obligasi tidak bisa ditipu, ia mampu melihat melampaui semua ilusi.” (KingData)
