Media internasional menilai bahwa RUU CLARITY yang diusulkan Amerika Serikat kemungkinan akan menjadi titik balik dalam regulasi XRP, ADA, HBAR, dan XLM. Inti utama artikel tersebut menyatakan bahwa setelah ketentuan terkait diwujudkan sebagai undang-undang federal, tekanan kepatuhan jangka panjang yang dihadapi token-token ini akan berkurang secara signifikan, dan kewenangan regulasi juga kemungkinan akan berpindah lebih lanjut ke Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat.
Tingkat peraturan lebih tinggi daripada panduan pengawasan
Artikel tersebut berpendapat bahwa perbedaan utama antara undang-undang ini dan panduan regulasi terletak pada tingkat hukumnya yang lebih tinggi. Jika token terkait dimasukkan ke dalam kerangka hukum federal, di masa depan bahkan jika pimpinan Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat berganti, sulit untuk mengubah klasifikasinya hanya berdasarkan posisi administratif.
Menurut artikel tersebut, jika undang-undang tersebut maju, fokus regulasi untuk jaringan XRP, ADA, HBAR, dan XLM kemungkinan akan lebih banyak beralih ke CFTC, bukan terus dipimpin oleh SEC. Ini juga menjadi salah satu alasan artikel menyebutnya sebagai "perubahan permanen".
XRP dan ADA ditetapkan sebagai fokus
Artikel tersebut menempatkan XRP dan ADA sebagai topik yang paling banyak diperhatikan. XRP selama bertahun-tahun berada dalam bayang-bayang persidangan antara Ripple dan SEC, meskipun pengadilan AS sebelumnya telah memutuskan bahwa penjualan pasar sekunder XRP bukanlah transaksi sekuritas, komentar menunjukkan bahwa putusan hukum masih mungkin diperdebatkan dalam kasus-kasus berikutnya, sementara stabilitas undang-undang federal lebih kuat.
Kondisi ADA terkait dengan gugatan terhadap platform perdagangan. Artikel tersebut menyebutkan bahwa SEC pernah menyebut ADA dalam kasus terhadap Coinbase pada 2023, yang membuat bursa, institusi, dan manajer dana tetap berhati-hati terhadap aset terkait. Komentar menyatakan bahwa jika undang-undang tersebut resmi berlaku, kekhawatiran semacam ini mungkin berkurang.
Adopsi institusional HBAR diperkirakan meningkat
Menurut artikel tersebut, fokus pada HBAR terletak pada tingkat partisipasi institusional. Anggota Komite Tata Kelola Hedera mencakup perusahaan besar seperti Google, IBM, FedEx, dan McLaren. Komentar menyatakan bahwa jika regulasi memberikan kejelasan lebih lanjut, proyek uji coba perusahaan di jaringan Hedera mungkin lebih mudah berpindah dari tahap pengujian ke operasi resmi.
Untuk XLM, penjelasan aslinya kurang mendalam, tetapi dianggap bersama XRP, ADA, dan HBAR sebagai token yang berpotensi memperoleh status hukum yang lebih jelas. Pandangan keseluruhan artikel adalah bahwa jaringan-jaringan ini, yang telah lama terkena ketidakpastian regulasi, jika mendapatkan undang-undang yang jelas, dapat mengurangi sikap menunggu dari modal institusional.
Status undang-undang masih perlu dipantau
Artikel tersebut menyebutkan bahwa Komite Perbankan Senat AS telah memajukan undang-undang terkait, dan pasar juga memperhatikan jadwal legislatif selanjutnya. Komentar menjadikan 4 Juli sebagai titik waktu yang patut diperhatikan.
Informasi tambahan: Naskah ini merupakan interpretasi opini dari media asing, yang sebagian besar didasarkan pada simulasi skenario jika undang-undang tersebut ditandatangani, bukan konfirmasi hasil regulasi yang sudah terjadi.




