Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah AS mungkin akan mengejar kepemilikan ekuitas di perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan terkemuka, dengan menyebut inisiatif ini sebagai cara agar warga Amerika biasa dapat berbagi keuntungan dari industri yang tumbuh sangat cepat.
Trump membuat pernyataan tersebut di atas Air Force One pada 5 Juni, menggambarkan konsep tersebut sebagai "kemitraan dengan masyarakat Amerika." Ia juga mengungkapkan rencana untuk bertemu dengan para eksekutif AI, termasuk pemimpin OpenAI, dalam minggu mendatang untuk mengembangkan ide tersebut.
Dari Intel hingga OpenAI: pemerintah sebagai investor
Ini bukan kali pertama pemerintah melakukan investasi kepemilikan dalam perusahaan teknologi. Pemerintahan Trump sebelumnya memperoleh 10% saham di Intel, sebuah kesepakatan yang dilaporkan membuat nilai saham Intel berlipat ganda setelahnya.
Diskusi mengenai inisiatif spesifik ini tampaknya telah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Percakapan antara CEO OpenAI Sam Altman dan pemerintahan Trump berawal sejak awal 2025.
OpenAI dan Anthropic, dua perusahaan AI swasta paling berharga di dunia, keduanya secara luas diharapkan akan melakukan IPO. Jika pemerintah mendapatkan ekuitas sebelum perusahaan-perusahaan tersebut go public, pembayar pajak secara teoritis dapat memperoleh manfaat dari lonjakan valuasi besar yang biasa menyertai daftar teknologi bergengsi.
Apa yang sebenarnya terlihat dalam praktik
Sejak awal 2025, pejabat dalam pemerintahan dilaporkan telah membahas staking langsung pemerintah di perusahaan-perusahaan AI sebagai bagian dari kebijakan industri yang lebih proaktif.
Gedung Putih telah menjadwalkan pertemuan dengan para eksekutif AI pada minggu 8-14 Juni untuk mengeksplorasi detailnya. Daftar tamu dilaporkan mencakup pemimpin dari OpenAI, meskipun daftar lengkap perusahaan yang terlibat belum diungkapkan secara publik.
