Biaya baru yang tinggi menargetkan pekerja asing terampil, menghidupkan kembali kebijakan yang sebelumnya diblokir oleh hakim federal.
Pemerintahan Trump telah mengusulkan biaya baru sebesar $103.265 untuk aplikasi visa H-1B, menurut laporan dari CryptoBriefing dan Nairametrics. Angka tersebut berlaku untuk visa yang digunakan untuk membawa pekerja asing berbakat tinggi ke Amerika Serikat. Kedua media tersebut menggambarkan langkah ini sebagai respons regulasi setelah upaya sebelumnya untuk membatasi program tersebut diblokir di pengadilan.
Program visa H-1B memungkinkan pemberi kerja AS untuk merekrut warga negara asing di bidang pekerjaan khusus. Ini biasanya mencakup teknik, ilmu komputer, dan bidang teknis lainnya. Perusahaan teknologi, perusahaan keuangan, dan semakin banyak startup blockchain dan kripto mengandalkan program ini untuk mengisi peran yang membutuhkan keterampilan khusus. Biaya mendekati enam angka akan menandai peningkatan dramatis dari biaya saat ini.
Laporan menunjukkan bahwa pemerintah sebelumnya mencoba membatasi atau membentuk ulang program H-1B melalui cara lain. Upaya tersebut ditantang di pengadilan dan tidak bertahan dalam tinjauan yudisial. Alih-alih meninggalkan tujuan tersebut, pejabat tampaknya sedang mengejarnya melalui proses pembuatan aturan formal. Usulan regulasi biasanya memerlukan periode komentar publik sebelum menjadi final.
Skala biaya yang diusulkan sangat menonjol. Dengan biaya sedikit lebih dari $103.000 per aplikasi, biaya ini jauh lebih tinggi daripada biaya pengajuan H-1B historis, yang berkisar dari beberapa ratus hingga beberapa ribu dolar tergantung pada ukuran perusahaan dan jenis petisi. Lonjakan semacam ini akan mewakili perubahan struktural dalam cara perusahaan menganggarkan perekrutan tenaga kerja asing.
CryptoBriefing maupun Nairametrics tidak menjelaskan mekanisme hukum atau jadwal pasti untuk implementasi aturan tersebut. Masih belum jelas apakah biaya tersebut akan berlaku untuk semua kategori H-1B atau hanya untuk jenis petisi tertentu. Juga belum jelas kapan, atau apakah, aturan tersebut akan berlaku, karena usulan regulasi dapat menghadapi tantangan hukum sendiri.
Perubahan kebijakan ini terjadi di tengah perdebatan luas mengenai imigrasi terampil di Amerika Serikat. Pendukung aturan H-1B yang lebih ketat berargumen bahwa program ini harus memprioritaskan pekerja domestik. Para kritikus, termasuk banyak pihak di sektor teknologi dan keuangan, berpendapat bahwa imigrasi terampil mendorong inovasi dan mengisi kesenjangan dalam pasaran tenaga kerja domestik. Perusahaan yang membangun infrastruktur blockchain, platform perdagangan, dan produk teknis lainnya sering mengutip akses terhadap bakat teknik global sebagai kebutuhan kompetitif.
Karena rincian yang dilaporkan berasal dari sejumlah sumber terbatas, beberapa spesifik mungkin berubah seiring berjalannya proses pembuatan aturan. Pembaca dapat mengharapkan klarifikasi lebih lanjut dari lembaga federal atau pelaporan tambahan seiring usulan ini melalui saluran resmi.
Dampak Pasar
Biaya sebesar ini akan meningkatkan biaya rekrutmen secara signifikan bagi setiap perusahaan yang bergantung pada visa H-1B untuk mendatangkan insinyur atau staf teknis spesialis. Ini mencakup bursa kripto, perusahaan infrastruktur blockchain, dan startup fintech yang sering bersaing secara global untuk merekrut bakat teknis yang langka. Biaya visa yang lebih tinggi dapat mendorong beberapa perusahaan untuk memperluas rekrutmen di luar Amerika Serikat, atau lebih mengandalkan kontraktor jarak jauh yang berbasis di luar negeri.
Secara luas, proposal ini menandakan ketidakpastian regulasi yang berkelanjutan terkait kebijakan tenaga kerja untuk sektor teknologi. Perusahaan yang merencanakan anggaran perekrutan multi-tahun mungkin perlu mempertimbangkan risiko biaya visa yang tinggi. Sampai aturan ini final, bisnis menghadapi ketidakpastian apakah pemegang H-1B saat ini atau aplikasi yang sedang diproses akan terdampak, atau apakah perubahan ini hanya berlaku untuk pengajuan masa depan.
Biaya yang diusulkan sebesar $103.265 menandai peningkatan signifikan dalam pendekatan pemerintah terhadap kebijakan imigrasi terampil. Bentuk akhirnya, serta dampaknya terhadap perekrutan di sektor teknologi dan kripto, akan bergantung pada hasil proses regulasi yang masih akan datang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu program visa H-1B?
Ini adalah kategori visa AS yang memungkinkan pemberi kerja merekrut warga negara asing untuk pekerjaan spesialisasi, sering kali di bidang teknologi, teknik, dan keuangan.
Mengapa biaya terkait dengan kekalahan di pengadilan?
Laporan dari CryptoBriefing dan Nairametrics menunjukkan upaya sebelumnya pemerintah untuk membatasi visa H-1B diblokir di pengadilan, mendorong peralihan ke usulan regulasi formal.
Bagaimana hal ini akan memengaruhi perusahaan kripto dan teknologi?
Biaya mendekati $103.000 per aplikasi akan secara signifikan meningkatkan biaya perekrutan bagi perusahaan yang bergantung pada insinyur asing, berpotensi memengaruhi startup blockchain dan fintech yang merekrut secara global.
Kapan biaya baru akan berlaku?
Sumber-sumber tidak menentukan jadwal. Usulan regulasi biasanya melalui periode komentar publik sebelum aturan apa pun menjadi final.
