
TRM Labs, perusahaan penyelidikan berbasis AI asal San Francisco, mengumumkan ekspansi Seri C strategis pada 9 September yang menilai perusahaan ini senilai $2 miliar. Putaran ini dipimpin oleh Blockchain Capital dan menggandakan valuasi perusahaan dari pendanaan Seri C pada Februari, menurut sebuah pengumuman perusahaan.
Ukuran ekspansi tidak diungkapkan. TRM mengatakan pendapatan berulang tahunannya telah meningkat empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir, sebuah tren yang dikaitkan perusahaan dengan meningkatnya permintaan akan alat-alat yang membantu penyelidik melacak aktivitas ilegal di seluruh mata uang kripto dan jalur digital lainnya. Perusahaan menyebut investasi ini sebagai langkah menuju skala platform investigasi berbasis AI untuk lingkungan dengan konsekuensi tinggi di mana akurasi dan kemampuan audit sangat penting.
Blockchain Capital memimpin putaran tersebut
“Pada Februari, kami memimpin Seri C TRM. Sejak itu, kami memiliki tempat duduk terdepan untuk periode pertumbuhan yang signifikan,” kata Spencer Bogart, mitra umum di Blockchain Capital. “Investasi terbaru ini mencerminkan pertumbuhan tersebut, serta keyakinan kuat kami bahwa TRM adalah platform investigasi AI masa depan.”
Blockchain Capital juga memimpin putaran Series C sebelumnya pada Februari, menjadikan putaran terbaru ini sebagai perpanjangan dari dukungan yang sudah ada, bukan hubungan investor baru.
AI mempercepat kejahatan digital
Investasi tiba seiring kerugian akibat kejahatan digital meningkat. Pusat Keluhan Kejahatan Internet FBI mencatat kerugian sebesar $16 miliar pada 2024 dan $21 miliar pada 2025, menurut TRM yang mengutip data biro tersebut. Adopsi kejahatan berbasis AI meningkat 40% dari tahun ke tahun, menurut AI-in-Crime Adoption Index TRM.
Perusahaan berargumen bahwa para penyelidik sekarang harus menyortir data yang terfragmentasi di lebih dari seratus kategori ancaman, tugas yang perangkat lunak berbasis AI-nya dirancang untuk tangani. Platform ini dibangun untuk membantu penyelidik mengubah intelijen menjadi gangguan dengan memberi peringatan kepada target potensial, membekukan dana ilegal, dan memblokir jaringan kriminal.
Skala dan langkah selanjutnya
Perusahaan tersebut mengatakan lebih dari 600 lembaga pemerintah dan institusi sektor swasta di 75 negara menggunakan platform TRM untuk melawan penipuan, penipuan, kejahatan siber, pencucian uang, dan penghindaran sanksi. Co-founder dan CEO Esteban Castaño mengatakan TRM sedang membangun alat yang memungkinkan penyelidik “beroperasi pada skala AI” melawan jaringan kriminal yang kompleks.
TRM mengatakan sedang merekrut peneliti AI, ilmuwan data, dan insinyur sambil membangun platformnya. Perusahaan tidak menentukan berapa modal baru yang dihimpun atau jadwal peluncurannya.
