Menurut berita dari BlockBeats, pada 9 Januari, pada hari Senin malam, tiga pria berwajah tertutup memasuki sebuah rumah di kota Manosque, Prancis, dan menembak seseorang sambil memaksa seorang wanita dan mengambil USB flash drive yang berisi data kripto dari pasangannya.
Menurut laporan surat kabar Prancis Paris Match, kejadian tersebut terjadi di sebuah rumah di Cherry Lane, Alpes-de-Haute-Provence. Pelaku menodongkan pistol ke korban dan memukulnya, lalu mengambil USB flash disk dan melarikan diri. Diketahui bahwa korban wanita tidak mengalami cedera, dan berhasil keluar sendiri dalam beberapa menit serta melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Pihak berwajib setempat telah membuka penyelidikan, dan kasus ini diserahkan ke bagian penyelidikan kriminal setempat serta Direktorat Regional Kepolisian Nasional.
Tahun lalu, Chief Technology Officer (CTO) perusahaan keamanan Casa, Jameson Lopp, mencatat lebih dari 70 kejadian serangan kekerasan di seluruh dunia yang terkait dengan kripto di basis data publiknya. Di antara negara-negara tersebut, Prancis telah menjadi pusat kejahatan kekerasan semacam ini di Eropa, dengan lebih dari 14 kasus terkait. David Sehyeon, seorang konsultan kejahatan siber, mengatakan kepada Decrypt: "Tingkat dasar aktivitas kejahatan di Prancis relatif tinggi, kekayaan kripto yang dimiliki oleh pengusaha, pedagang, dan tokoh publik terlihat jelas, ditambah pertumbuhan pengetahuan lokal tentang aset digital, faktor-faktor ini bersama-sama menciptakan lingkungan yang subur bagi kejahatan kripto yang lebih spekulatif dan terorganisasi."
